Pungli Masih Marak di Kawasan Wisata Sumut, Bobby Nasution Siapkan Penertiban Menyeluruh
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengakui praktik pungutan liar (pungli) masih banyak ditemukan di sejumlah kawasan wisata
PARIWISATA
Krisis peradaban: hilangnya jiwa dalam kemajuan
Indonesia berlari menuju modernitas namun tanpa arah moral. Kita membangun gedung tinggi, tapi kehilangan kedalaman jiwa. Pendidikan hanya mencetak manusia cerdas, bukan manusia arif. Ilmu dan teknologi tumbuh cepat, namun sering kehilangan nilai etik dan spiritualitas.
Inilah krisis peradaban, ketika manusia modern menjadi pintar tanpa arah. Kita lupa bahwa kemajuan sejati adalah yang menumbuhkan kemanusiaan, bukan yang menindasnya.
Sebagaimana ditegaskan oleh Ali Syariati, peradaban sejati adalah yang menyatukan akal, moral, dan iman. Ketika salah satunya hilang, peradaban hanya menjadi kemasan indah dari kehampaan.
Jalan pemulihan: menanam nilai, menumbuhkan martabat
Merawat Indonesia berarti menyembuhkan jiwanya, bukan sekadar memperbaiki sistemnya. Kita harus membangun kembali tiga pilar kemartabatan bangsa:
a. Pendidikan jiwa dan akhlak
Pendidikan harus menumbuhkan manusia yang berpikir dan berperasaan. Kurikulum perlu menghidupkan nilai moral, empati, dan spiritualitas bukan hanya pengetahuan dan kompetisi.
b. Teladan kepemimpinan
Bangsa akan mengikuti moral pemimpinnya. Kepemimpinan yang jujur, rendah hati, dan adil akan menjadi sumber energi moral bagi rakyat. Sebaliknya, pemimpin yang culas melahirkan rakyat yang apatis.
c. Kebudayaan sebagai ruang pencerahan
Media, seni, dan ruang publik harus kembali menjadi tempat persemaian nilai, bukan tempat penyebaran kebencian.
Kita perlu membangun budaya berpikir, berdialog, dan berperasaan agar bangsa ini tidak hanya pintar, tapi juga bijak.
Penutup: bangsa yang merawat hatinya, akan dijaga Tuhannya
Martabat bangsa bukan hadiah, tetapi hasil dari perawatan batin yang terus menerus. Bangsa yang menjaga integritas, keadilan, dan kasih sayang di antara warganya akan selalu dilindungi Tuhan.
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra'd: 11)
Indonesia tidak sedang kehilangan masa depan ia hanya perlu menemukan kembali jiwanya. Dan jiwa itu ada di dalam diri kita: dalam kejujuran, dalam kasih, dalam niat untuk memperbaiki, bukan menghancurkan.* (mediaindonesia.com)
*) Penulis adalahPemerhati Sosial, Politik, Budaya, dan Isu Global Dewan Pakar DPP Partai NasDem.
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengakui praktik pungutan liar (pungli) masih banyak ditemukan di sejumlah kawasan wisata
PARIWISATA
BANDA ACEH Kepala Kepolisian Daerah Aceh, Marzuki Ali Basyah, menegaskan bahwa kondisi keamanan dan kenyamanan investasi di Aceh tetap t
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) membenarkan telah mengamankan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Serdang Bedagai (Sergai), Amriyata, be
HUKUM DAN KRIMINAL
DELI SERDANG Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil menggagalkan peredaran vape yang mengandung etomidate di wilayah
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDUNG Polisi berhasil menangkap Taufik Hidayat (30), terduga pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan berinisial
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Upaya pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tidak hanya difokuskan pada pembangunan infrastruktur d
NASIONAL
BANDA ACEH Dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke80, Polresta Banda Aceh kembali menggelar turnamen olahraga Kapolresta Cup 2026.
NASIONAL
MEDAN Sebanyak enam hakim pada Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan dan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Medan dilaporka
HUKUM DAN KRIMINAL
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim didampingi Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina menerima audiensi Pengurus Besar
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim didampingi Kadis Perkim Muhammad Fadly Lubis menerima kunjungan sekaligus audiensi
PEMERINTAHAN