Hebat! Latih Santri Kaji Kitab Kuning Mandiri, PMDG Gontor 8 Aceh Gelar Fathu Kutubi Turats
ACEH BESAR Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 8 Darul Amien, Seulimuem, Aceh Besar, menggelar kegiatan Fathu Kutubi Turats untuk
PENDIDIKAN
Krisis peradaban: hilangnya jiwa dalam kemajuan
Indonesia berlari menuju modernitas namun tanpa arah moral. Kita membangun gedung tinggi, tapi kehilangan kedalaman jiwa. Pendidikan hanya mencetak manusia cerdas, bukan manusia arif. Ilmu dan teknologi tumbuh cepat, namun sering kehilangan nilai etik dan spiritualitas.
Inilah krisis peradaban, ketika manusia modern menjadi pintar tanpa arah. Kita lupa bahwa kemajuan sejati adalah yang menumbuhkan kemanusiaan, bukan yang menindasnya.
Sebagaimana ditegaskan oleh Ali Syariati, peradaban sejati adalah yang menyatukan akal, moral, dan iman. Ketika salah satunya hilang, peradaban hanya menjadi kemasan indah dari kehampaan.
Jalan pemulihan: menanam nilai, menumbuhkan martabat
Merawat Indonesia berarti menyembuhkan jiwanya, bukan sekadar memperbaiki sistemnya. Kita harus membangun kembali tiga pilar kemartabatan bangsa:
a. Pendidikan jiwa dan akhlak
Pendidikan harus menumbuhkan manusia yang berpikir dan berperasaan. Kurikulum perlu menghidupkan nilai moral, empati, dan spiritualitas bukan hanya pengetahuan dan kompetisi.
b. Teladan kepemimpinan
Bangsa akan mengikuti moral pemimpinnya. Kepemimpinan yang jujur, rendah hati, dan adil akan menjadi sumber energi moral bagi rakyat. Sebaliknya, pemimpin yang culas melahirkan rakyat yang apatis.
c. Kebudayaan sebagai ruang pencerahan
Media, seni, dan ruang publik harus kembali menjadi tempat persemaian nilai, bukan tempat penyebaran kebencian.
Kita perlu membangun budaya berpikir, berdialog, dan berperasaan agar bangsa ini tidak hanya pintar, tapi juga bijak.
Penutup: bangsa yang merawat hatinya, akan dijaga Tuhannya
Martabat bangsa bukan hadiah, tetapi hasil dari perawatan batin yang terus menerus. Bangsa yang menjaga integritas, keadilan, dan kasih sayang di antara warganya akan selalu dilindungi Tuhan.
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra'd: 11)
Indonesia tidak sedang kehilangan masa depan ia hanya perlu menemukan kembali jiwanya. Dan jiwa itu ada di dalam diri kita: dalam kejujuran, dalam kasih, dalam niat untuk memperbaiki, bukan menghancurkan.* (mediaindonesia.com)
*) Penulis adalahPemerhati Sosial, Politik, Budaya, dan Isu Global Dewan Pakar DPP Partai NasDem.
ACEH BESAR Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 8 Darul Amien, Seulimuem, Aceh Besar, menggelar kegiatan Fathu Kutubi Turats untuk
PENDIDIKAN
ACEH Prakiraan cuaca Aceh pada Jumat, 2 Oktober 2026, didominasi hujan ringan di sebagian besar kabupaten dan kota. Namun, hujan dengan in
NASIONAL
MEDAN Prakiraan cuaca Sumatera Utara pada Jumat, 2 Oktober 2026, didominasi hujan ringan di hampir seluruh kabupaten dan kota. Sementara i
NASIONAL
JAKARTA Prakiraan cuaca Jakarta pada Jumat, 2 Oktober 2026, didominasi kondisi berawan. Hujan ringan diprakirakan terjadi di Jakarta Selat
NASIONAL
BANDUNG Prakiraan cuaca Jawa Barat pada Jumat, 2 Oktober 2026, menunjukkan kondisi yang cukup beragam. Sejumlah wilayah diprakirakan menga
NASIONAL
YOGYAKARTA Prakiraan cuaca Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat, 2 Oktober 2026, menunjukkan kondisi cerah hingga berawan di lima k
NASIONAL
DENPASAR Prakiraan cuaca Bali pada Jumat, 2 Oktober 2026, menunjukkan kondisi cerah hingga berawan di seluruh kabupaten dan kota. Berdasar
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemilihan Umum (KPU) menghadirkan ahli hukum tata negara Khairul Fahmi dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Pre
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy&039ari mengungkap alasan KPU tidak meragukan dokumen pendidikan Gibran Rak
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Hakim Konstitusi Arsul Sani menegur ahli dari pihak terkait, Muhammad Rullyandi, dalam sidang sengketa syarat pencalonan Wakil P
HUKUM DAN KRIMINAL