BREAKING NEWS
Selasa, 24 Maret 2026

Nuklir dalam Peta Diplomasi Energi Masa Kini

BITV Admin - Sabtu, 08 November 2025 11:09 WIB
Nuklir dalam Peta Diplomasi Energi Masa Kini
Ilustrasi. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

NUKLIR INSTRUMEN KEDAULATAN ENERGI
Bagi negara berkembang seperti Indonesia, membangun teknologi nuklir berarti lebih dari sekadar mencari sumber listrik. Ia berarti membangun kemampuan ilmiah, industri, dan teknologi dalam negeri.

Energi nuklir menghadirkan stabilitas pasokan yang tidak bergantung pada cuaca atau impor bahan bakar. Di sisi lain, penguasaan teknologi reaktor juga memperkuat posisi diplomasi energi Indonesia di kawasan.

Ketika negara lain masih berdebat soal penyimpanan energi atau harga bahan bakar fosil, negara yang menguasai teknologi nuklir bisa berbicara dengan keyakinan.

Negara-negara seperti Korea Selatan dan Uni Emirat Arab telah menjadi bukti konkret bagaimana investasi jangka panjang di bidang nuklir dapat mengubah peta kekuasaan energi dan memperluas pengaruh global mereka.

Korea Selatan, misalnya, kini menjadi salah satu eksportir utama reaktor nuklir berteknologi tinggi, sementara Uni Emirat Arab—yang dulunya hanya dikenal sebagai produsen minyak—berhasil mengoperasikan empat unit PLTN Barakah yang menyediakan listrik bersih dan stabil bagi ekonominya.

Indonesia memiliki peluang serupa untuk menapaki jalur kemandirian dan ketahanan energi, asalkan berani berinvestasi dalam inovasi, riset, serta membangun sistem regulasi yang kredibel dan dipercaya publik.

Di era baru energi bersih ini, kedaulatan bukan lagi hanya tentang siapa yang memiliki sumber daya alam, tetapi tentang siapa yang menguasai teknologi untuk mengolahnya secara berkelanjutan dan berdaulat.

TEKNOLOGI AMAN
Persepsi terhadap nuklir seringkali masih dibayangi oleh citra masa lalu. Padahal teknologi reaktor modern telah berubah secara fundamental.

PT Thorcon Power Indonesia adalah salah satu perusahaan yang aktif mendorong pembangunan PLTN di Indonesia, dengan menawarkan teknologi Thorcon 500 berjenis molten salt reactor atau reaktor garam cair, teknologi generasi baru yang beroperasi dengan prinsip keselamatan pasif.

Dalam sistem ini, bahan bakar nuklir dicampur dengan garam cair yang berfungsi sekaligus sebagai pendingin dan penstabil suhu. Ketika suhu reaktor meningkat, bahan bakar cair akan mengembang dan secara otomatis memperlambat reaksi fisi.

Jika terjadi gangguan atau kondisi darurat, bahan bakar cair tersebut mengalir ke tangki penampung di bawah reaktor, dan reaksi pun berhenti dengan sendirinya tanpa memerlukan intervensi manusia.

Desain seperti ini tidak menggunakan tekanan tinggi, sehingga risiko ledakan maupun kebocoran radiasi menjadi sangat kecil. Selain itu, reaktor generasi baru ini juga dapat menggunakan thorium, bahan bakar alternatif yang lebih melimpah di alam dan menghasilkan limbah radioaktif dengan masa paruh yang jauh lebih pendek dibandingkan uranium konvensional.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
PLTN dan Masa Depan yang Lebih Terang
Menuju PLTN Pertama Indonesia Pada Tahun 2032
Malam Ini Laga Berat! Timnas Indonesia U-17 Siap Hadapi Brasil di Piala Dunia
Sandbar Perkenalkan Stream, Cincin Pintar Bertenaga AI yang Bisa “Merekam Pikiran”!
Menuju Pendidikan Masa Depan! Simalungun Genjot Digitalisasi Sekolah dengan Program ‘Sekolah SeRu’
Kasus Korupsi Jalan Sumut! Baron Harahap Soroti Moral Pejabat: “Serigala Tak Berkumpul dengan Harimau”
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru