Dugaan Keracunan MBG di Batang, Korban Capai 300 Orang dari Bayi hingga Lansia
BATANG Korban dugaan keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terus
PERISTIWA
Oleh: Andra Dihat Putra, S.Kom
SETIAP era memiliki sumber kekuatan baru. Dulu kekuatan ekonomi ditentukan oleh siapa yang memiliki minyak. Namun kini peta dunia bergeser dan energi bersih menjadi kunci geopolitik abad ke-21.
Di tengah perubahan ini, energi nuklir kembali muncul sebagai sumber daya strategis, bukan hanya untuk listrik, tetapi juga untuk kedaulatan dan posisi global sebuah bangsa.Baca Juga:
Data terbaru menunjukkan bahwa pembangkitan listrik dari energi nuklir pada 2023 mencapai sekitar 2.602 terawatt-jam atau sekitar 9,15 persen dari total listrik dunia, dengan kapasitas global mencapai 374,7 gigawatt dari lebih dari 400 reaktor aktif.
International Energy Agency (IEA) memperkirakan kapasitas tersebut akan meningkat menjadi sekitar 647 gigawatt pada 2050. Ini menandakan kebangkitan nuklir sebagai bagian penting dari strategi dekarbonisasi dunia.
Pada 2024, energi bersih secara keseluruhan, termasuk nuklir, angin, surya, dan hidro, telah melampaui 40 persen dari total pembangkitan listrik global, memperlihatkan arah baru ekonomi dunia yang berorientasi pada keberlanjutan dan kemandirian energi.
ENERGI DAN ARAH DUNIA
Perang di Ukraina, krisis gas di Eropa, dan kenaikan harga minyak dunia membuktikan bahwa energi tidak pernah netral. Ia selalu menjadi alat tawar-menawar politik.
Ketika pasokan energi terganggu, negara maju pun bisa kehilangan stabilitas.
Kini, negara-negara besar seperti Tiongkok dan Rusia memanfaatkan teknologi energi bersih, terutama nuklir, sebagai sarana memperluas pengaruh global.
Mereka tidak hanya mengekspor bahan bakar, tetapi juga menawarkan paket pembangunan reaktor, pembiayaan, dan kerja sama teknologi jangka panjang—menciptakan ketergantungan strategis di antara negara penerima.
Dalam peta baru ini, kemandirian energi menjadi bentuk kedaulatan baru. Negara yang mampu memenuhi kebutuhan energinya sendiri, akan lebih tahan terhadap gejolak ekonomi dan tekanan global. Sementara negara yang bergantung pada pasokan energi asing akan lebih rentan secara politik.
Dengan demikian, di abad ini, kekuasaan tidak lagi hanya ditentukan oleh siapa yang memiliki minyak, tetapi oleh siapa yang menguasai teknologi energi bersih dan mampu menjamin keberlanjutan serta kemandirian energinya sendiri.
BATANG Korban dugaan keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terus
PERISTIWA
SOLO Presiden ke7 RI Joko Widodo menanggapi persoalan hukum yang mempertanyakan keabsahan syarat pendidikan putranya, Gibran Rakabuming
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengakui tidak melakukan verifikasi langsung mengenai persyaratan pendidikan Gibran Rakabuming Raka
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Mantan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Hilman Latief, mengungkap percakapan dengan mantan Me
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya mengukuhkan Rusdy Sofyan sebagai Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengapresiasi langkah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMK
EKONOMI
MEDAN Kuasa hukum pemohon eksekusi tanah di Desa Telaga Tujuh, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, mempertanyakan belum dite
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Sebagai bentuk pemenuhan hak pelayanan kesehatan dasar bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)
NASIONAL
JAKARTA Aliansi Tanah Untuk Rakyat (ATUR) Jakarta mengonsolidasikan kekuatan dalam aksi yang digelar di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, K
PERISTIWA
JAKARTA Majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta mengurangi hukuman mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Men
HUKUM DAN KRIMINAL