Lawan Teror Pinjol Ilegal, PWI dan AFPI Bekali Wartawan lewat Workshop Jurnalistik
JAKARTA Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bersama Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memperkuat kolaborasi dalam
NASIONAL
POSISI INDONESIA
Posisi Indonesia dalam peta energi dunia kini berada di titik strategis yang menentukan arah masa depan kawasan Indo-Pasifik.
Dengan populasi besar dan pertumbuhan industri yang terus meningkat, kebutuhan listrik nasional melonjak pesat, menjadikan Indonesia bukan hanya pasar energi yang penting, tetapi juga calon pemain utama dalam lanskap energi global.
Saat ini, lebih dari 80 persen pembangkitan listrik Indonesia masih ditopang oleh batu bara dan gas. Namun, sejalan dengan komitmen menuju net zero emission pada tahun 2060, ketergantungan ini harus secara bertahap dikurangi.
Berdasarkan proyeksi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, kebutuhan kapasitas listrik nasional diperkirakan menembus lebih dari 500 gigawatt pada 2060—naik hampir lima kali lipat dari kapasitas saat ini yang berkisar di angka 110 gigawatt.
Dalam konteks ini, energi nuklir tidak lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan strategis yang realistis. Pemerintah Indonesia telah menempatkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) serta menetapkan target pengoperasian komersial pertama sekitar tahun 2033, sejalan dengan langkah-langkah menuju pembangunan Small Modular Reactor (SMR) sebagai fase awal.
Bagi negara berkembang seperti Indonesia, membangun teknologi nuklir memiliki makna yang jauh melampaui sekadar penyediaan listrik.
Ini adalah langkah menuju kemandirian ilmu pengetahuan, penguatan basis industri, dan peningkatan kapasitas teknologi nasional.
Energi nuklir menghadirkan stabilitas pasokan yang tidak bergantung pada kondisi cuaca maupun volatilitas harga bahan bakar fosil global.
Lebih dari itu, penguasaan teknologi reaktor dapat memperkuat posisi diplomasi energi Indonesia di tingkat kawasan, terutama di tengah meningkatnya persaingan teknologi energi bersih antara Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.
Ketika banyak negara masih mencari solusi penyimpanan energi atau berdebat soal harga karbon, negara yang menguasai teknologi nuklir akan memiliki voice of confidence dalam percaturan energi global.
Contoh nyata dapat dilihat dari Korea Selatan dan Uni Emirat Arab, yang melalui investasi jangka panjang di sektor nuklir berhasil meningkatkan posisi tawar mereka dan memperluas pengaruh strategisnya.
Indonesia memiliki peluang serupa—asal berani berinvestasi dalam inovasi, membangun sistem regulasi yang kredibel, dan memastikan bahwa setiap langkah menuju energi nuklir dijalankan dengan prinsip keselamatan, transparansi, serta kedaulatan nasional sebagai fondasi utamanya.
JAKARTA Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bersama Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memperkuat kolaborasi dalam
NASIONAL
BANDA ACEH Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh), menjemput kedatangan Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka di Bandara M
NASIONAL
ASAHAN Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin memimpin Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih sebagai bentuk penguatan semangat nasionalisme
PEMERINTAHAN
JAKARTA Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memaparkan hasil riset dan inovasi dalam 12 klaster kepada Presiden Prabowo Subianto di
NASIONAL
JAKARTA Tim kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, menegaskan bahwa permohonan prapera
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Komisaris Utama PT Dosni Roha Logistik, Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo (BRT) atau Ru
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Polda Metro Jaya merespons putusan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) yang tidak menerima gugatan praperadilan ke
NASIONAL
JAKARTA Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 yang mencapai 5,29 persen secara tahunan (yearonyear/yoy) mendapat apresiasi
EKONOMI
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap penyebab banyaknya kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG).Kami melihat beberapa sebab,
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku menjadi menteri paling tidak beruntung karena harus menghadapi berbagai t
EKONOMI