BREAKING NEWS
Kamis, 12 Maret 2026

Petaka, Dosa Siapa?

BITV Admin - Selasa, 02 Desember 2025 06:53 WIB
Petaka, Dosa Siapa?
Ilustrasi. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Di Aceh, longsor dan banjir bandang disebabkan oleh hutan-hutan yang terus dibabat tanpa ampun. Penebangan liar yang semakin tidak terkendali menjadikan kondisi lingkungan alam sekitar kehilangan daya dukung terhadap ekosistem yang ada.

Tanah kehilangan daya serap, air hujan mengalir tanpa tertahan, dan sungai meluap dengan cepat tanpa hambatan berarti.

Setali tiga uang, di Sumatera Barat, banjir lahar dingin memperparah kondisi akibat sedimentasi beberapa Daerah Aliran Sungai (DAS) seperti DAS Aia Dingin, dan Das Kuranji yang telah mencampur aduk dengan lumpur, bebatuan, hingga air.

Semua memang peristiwa alam, tapi di balik itu semua, ada persoalan sesungguhnya yang harus menjadi refleksi kita bersama.

Bahwa di sana kawasan hulu yang rusak, alih fungsi lahan yang semrawut, dan aktivitas pertambangan legal maupun ilegal yang semakin mendegradasi fungsi alamiah lingkungan yang ada.

Di Sumatera Utara, bencana terjadi dengan kondisi yang nyaris tidak jauh beda dengan yang ada di Sumbar dan Aceh, di mana sungai-sungai kian dangkal dan daerah tangkapan air makin menyusut akibat ekspansi perkebunan sawit dan permukiman.

Dari hamparan peristiwa alam mengerikan yang kita saksikan di depan mata ini, merupakan potret nyata atas krisis ekologis kita.

Manusia lupa bahwa alam pun mempunyai fungsi keseimbangan dan punya daya pulih terbatas. Ketika eksploitasi dilakukan secara berlebihan tanpa mempertimbangkan daya topang terhadap eksositem yang ada, maka yang terjadi adalah kebinasaan itu sendiri.

Keserakahan dalam mengeksploitasi alam secara "ugal-ugalan" dan liar adalah akar dari banyak bencana yang dihadapi manusia di berbagai tempat.

Alam bukan membalas, melainkan ia hanya mengikuti hukum sebab-akibat. Sebab, siapa menabur angin, ia pasti menuai badai: sesederhana itu.

Dengan kata lain, ketika keseimbangan alam dirusak, maka ia tidak lagi mampu menahan beban. Bencana alam akhirnya menjadi peringatan keras atas ulah manusia sendiri.

Pelajaran yang Harus Dipetik

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Mendagri Tito: Status Bencana Sumatera Belum Nasional, Tapi Penanganan Sudah Setara Nasional
Menag Serahkan Bantuan Rp 155 Miliar untuk Korban Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar
RSUD Pidie Jaya Kewalahan, Korban Banjir Membeludak dan Tenaga Medis Menipis
2.400 BTS Lumpuh Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera, Pemerintah Percepat Pemulihan Jaringan
Longsor Setinggi 8 Meter Isolasi Kecamatan Peunaron, Ribuan Warga Terjebak
Aceh Dilanda Banjir, Infrastruktur Rusak Lebih Parah Dibanding Tsunami
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru