BREAKING NEWS
Selasa, 11 Agustus 2026

Indonesia dan Dilema Energi ala Prometheus dan Ikarus

- Selasa, 09 Desember 2025 17:16 WIB
Indonesia dan Dilema Energi ala Prometheus dan Ikarus
Ilustrasi. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Lilin Ikarus dalam kasus Indonesia adalah kombinasi trauma, informasi yang setengah matang, serta ketidakpercayaan terhadap institusi pengelola energi.

i dalam analisis kebijakan publik, ini disebut risiko persepsi, yaitu ketika persepsi risiko lebih besar daripada risiko aktual. Ia membuat kita berhenti, padahal jalan di depan mungkin aman.

Memilih Jalan: Mengelola Risiko tanpa Terjebak Ketakutan

Perdebatan nuklir sering diperlakukan seperti perdebatan moral, padahal seharusnya menjadi perdebatan teknis yang berbasis data. Bangsa yang besar bukan bangsa yang tidak takut, tetapi bangsa yang tahu mana takut yang rasional dan mana yang tidak.

Indonesia sebenarnya tidak kekurangan dasar teknis. Kita punya sumber daya thorium, lembaga penelitian nuklir, dan regulasi keselamatan yang terus diperbaiki. Proyek-proyek demonstrasi mulai berjalan.

Tantangan terbesar justru berada pada kepastian kebijakan dan kejelasan institusi. Masalah terbesar bukan teknologinya, tetapi absennya keputusan yang konsisten.

Dalam ekonomi transisi, negara sering dihadapkan pada dilema: menunda karena takut salah, atau bergerak karena biaya penundaan justru lebih besar. Sektor energi adalah contoh klasik.

Bila Indonesia terus menunda nuklir, kita berisiko mempertahankan bauran energi kotor hingga puluhan tahun ke depan. Kombinasi banjir, polusi, dan biaya kesehatan adalah konsekuensi ekonomi yang harus dibayar generasi mendatang.

Pelajaran dari Prometheus dan Ikarus

Mitologi Yunani memberi kita dua pelajaran penting. Prometheus dihukum bukan karena memberikan api kepada manusia, tetapi karena melakukannya tanpa restu para dewa.

Ikarus jatuh bukan karena ia ingin terbang, tetapi karena ia menggunakan bahan yang tidak tepat. Dua cerita itu mengingatkan bahwa persoalan bukan pada ambisinya, melainkan pada kesiapan dan perhitungan.

Dalam konteks Indonesia, Api Prometheus adalah simbol inovasi dan keberanian mengambil langkah yang diperlukan untuk transisi energi. Lilin Ikarus adalah metafora keputusan yang diambil tanpa pengetahuan, atau ketakutan yang dipelihara tanpa dasar.

Kita tidak perlu mengulang dua tragedi itu sekaligus. Indonesia tidak sedang kekurangan api; teknologi nuklir modern tersedia, cadangan bahan bakar ada, dan kebutuhan energi bersih mendesak.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Gubernur Aceh Libatkan Tim China untuk Evakuasi Korban Longsor, Wakil Ketua MPR: Tidak Salah
Outlook 2026: APINDO Waspadai Risiko Global, Namun Prediksi Pertumbuhan Tetap Positif
Strategi BI Hadapi Omba Ketidakpastian Global, Ekonomi RI Tetap Tangguh
Gubernur Sumut Tegaskan Reforma Agraria Harus Berikan Manfaat Nyata bagi Masyarakat
Ratusan Hektare Sawah Terancam Gagal Tanam Akibat Bendungan Aek Mandurana Jebol Pascabanjir, PERWASI Tapsel Desak Perbaikan
Inflasi Sumut Turun ke 3,96 Persen, Pengamat Sebut Intervensi Komoditas Berhasil
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru