Hanya dalam satu bulan, isolasi wilayah didobrak. Konektivitas di 52 kabupaten pulih dengan berdirinya 12 jembatan Bailey dalam waktu rekor satu minggu dimana lazimnya memakan waktu sebulan.
Pemulihan kehidupan dasar berjalan paralel, Kemenkes memastikan 100% RS terdampak kembali melayani pasien, hunian sementara pun tegak berdiri dan digenjot pembangunannya siang malam oleh Danantara dan Kementerian PU.
Kecepatan ini menegaskan karakter kerja yang tidak menunggu. "Action is a remedy to despair," kata Joan Baez. Momentum krisis menuntut tindakan langsung, bukan kontemplasi tanpa ujung.
Roda kehidupan berangsur normal, pasar kembali hidup. Menko PMK menargetkan aktivitas belajar tatap muka stabil total mulai 5 Januari 2026. Pola kerja simultan dan supercepat ini, menurut Seskab Teddy, tak lepas dari komitmen kuat PresidenPrabowo yang memberi komando langsung kepada jajaran kementerian dan TNI/Polri.
Tentu, di balik capaian statistik dan penanganan krisis yang responsif, kita harus jujur bahwa pekerjaan rumah masih menumpuk. Struktur ketenagakerjaan di beberapa sektor perlu pembenahan, ketimpangan desa-kota masih menunggu sentuhan kebijakan akseleratif.
Kritik publik sepanjang tahun harus tetap menjadi vitamin demokrasi. Pemerintah wajib terus responsif.
Menutup lembaran 2025, konklusinya jelas: fondasi telah diletakkan dan berdiri tegak, orkestrasi kebijakan pun berjalan harmonis dan rakyat mulai berdaya.
Tahun 2025 tentu adalah awal yang kokoh, namun visi Indonesia Emas 2045 tetap menuntut lebih dari sekadar capaian setahun namun harus mampu merepresentasikan trend yang positif dan berkelanjutan.
Václav Havel mengingatkan kita: "Vision is not enough. It must be combined with venture. It is not enough to stare up the steps, we must step up the stairs."
Tugas selanjutnya adalah memacu akselerasi, memastikan pemulihan pascabencana tuntas, dan menjamin setiap rupiah anggaran negara bermuara pada kesejahteraan rakyat.
Mengutip pernyataan Menteri Agama, Prof Dr KH Nasaruddin Umar, MA pada perayaan Natal Kementerian Agama beberapa hari lalu: marilah kita belajar dari lilin yang rela tubuhnya terbakar demi menghasilkan cahaya yang menerangi semua.
Lilin tidak mengutuk kegelapan, melainkan memberi dirinya sebagai korban untuk menjadi terang bagi yang lain. Semoga ini menjadi refleksi bagi saya dan kita semua sebagai anak bangsa.* (news.detik.com)