Prakiraan Cuaca Sumut Hari Ini, Jumat 23 Oktober 2026: Sebagian Besar Wilayah Hujan Ringan
SUMUT Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk wilayah Sumatera Utara pada Jumat, 23 Okto
NASIONAL
Oleh: Andra Dihat Putra, S.Kom., FMVA.
SETIAP negara yang ingin melangkah ke frontier teknologi membutuhkan dua hal. Infrastruktur energi yang kuat dan sumber daya manusia yang mampu mengelolanya. Indonesia selama ini sering terjebak pada debat seputar apakah nuklir aman, mahal, atau sesuai kebutuhan.
Tetapi ada dimensi lain yang jarang dibahas. Jika Indonesia benar-benar membangun PLTN pertama, maka dampaknya tidak hanya pada listrik. Ia akan mengubah seluruh ekosistem pendidikan sains, riset, dan inovasi kita. Dengan kata lain, nuklir bukan hanya proyek energi. Ia adalah proyek peradaban.Baca Juga:
Indonesia memiliki bonus demografi, tetapi kualitas pendidikannya belum sanggup mendukung transformasi ke ekonomi berbasis teknologi. Jumlah lulusan teknik, fisika, kimia, dan matematika masih jauh lebih rendah dibanding kebutuhan industri masa depan.
Laporan OECD menunjukkan kemampuan literasi sains siswa Indonesia berada di peringkat bawah selama lebih dari satu dekade. Kurikulum sering berubah, fasilitas laboratorium terbatas, dan riset jarang bertemu industri.
Dalam konteks ini, masuknya teknologi nuklir akan membuka kebutuhan baru yang tidak bisa ditunda. PLTN membutuhkan fisikawan reaktor, insinyur nuklir, ahli keselamatan radiasi, kimiawan material, teknisi instrumentasi, hingga analis keselamatan probabilistik.
Semua ini membutuhkan pendidikan dan pelatihan khusus yang belum banyak tersedia di dalam negeri. Ketika negara memutuskan membangun PLTN, maka sistem pendidikan harus berubah.
Nuklir sebagai Pemicu Perubahan Kurikulum STEM
Negara yang membangun PLTN biasanya memperbarui kurikulum sains mereka. Korea Selatan adalah contoh paling jelas. Sebelum membangun reaktor pertama pada 1970-an, mereka mengirim ribuan pelajar ke luar negeri, membangun lembaga riset KAERI, dan mengembangkan kurikulum fisika reaktor di universitas.
Transformasi ini mempercepat kemajuan teknologi mereka secara keseluruhan.
Indonesia berpotensi melakukan hal serupa. Masuknya nuklir akan memaksa pendidikan sains menjadi lebih aplikatif dan berbasis laboratorium. Fisika tidak lagi berhenti pada soal gerak parabola, tetapi masuk ke fisika neutron, termohidrolik, dan material radiasi.
Kimia tidak berhenti pada reaksi dasar, tetapi bergerak ke korosi reaktor, pendingin garam cair, atau pemisahan material bakar. Pelajaran matematika menjadi lebih konkret karena digunakan untuk menghitung risiko sistem dan simulasi reaktor.
SUMUT Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk wilayah Sumatera Utara pada Jumat, 23 Okto
NASIONAL
ACEH Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk wilayah Aceh pada Jumat, 23 Oktober 2026. S
NASIONAL
JAWA BARAT Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk wilayah Jawa Barat pada Jumat, 23 Okt
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk wilayah DKI Jakarta pada Jumat, 23 Oktob
NASIONAL
YOGYAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (D
NASIONAL
BALI Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk sejumlah wilayah di Provinsi Bali pada Juma
NASIONAL
JAKARTA Direktur Media Sosial Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi Utama, mengaku bahagia setelah memberikan kesaksian dalam s
NASIONAL
MEDAN Closing statement paling keras disampaikan Abyadi Siregar dalam Dialog Publik Benang Kusut Konflik Agraria Investasi atau Perampasa
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) berperan
PEMERINTAHAN
JAKARTA Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Maruli Siahaan, menilai dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto d
NASIONAL