BREAKING NEWS
Rabu, 25 Februari 2026

Bukan Operasi Penangkapan Biasa: Strategi Perang AS Berbasis Pusat Gravitasi

BITV Admin - Rabu, 07 Januari 2026 15:33 WIB
Bukan Operasi Penangkapan Biasa: Strategi Perang AS Berbasis Pusat Gravitasi
Marsda TNI Budhi Achmadi, Asisten Strategi Panglima TNI. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Oleh:Marsda TNI Budhi Achmadi.

UPAYA Amerika Serikat untuk menekan dan melumpuhkan rezim Venezuela, termasuk berbagai operasi hukum, intelijen, dan dugaan rencana penangkapan Presiden Nicolas Maduro, memperlihatkan bagaimana perang modern dijalankan saat ini.

Meski tidak selalu berbentuk invasi militer terbuka, strategi yang digunakan menunjukkan pola klasik: menargetkan pusat gravitasi (center of gravity/CoG) kekuatan lawan.

Baca Juga:

Kasus Venezuela menegaskan bahwa dalam konflik kontemporer, perang tidak selalu dimulai dengan tembakan, melainkan dengan tekanan terkoordinasi terhadap simpul kekuasaan paling menentukan dalam sebuah negara—yakni kepemimpinan nasional.

Venezuela dan Logika Pusat Gravitasi

Sejak beberapa tahun terakhir, AS secara terbuka menetapkan Presiden Maduro sebagai aktor kriminal internasional, memberlakukan sanksi ekonomi ekstrem, mengisolasi Venezuela secara diplomatik, serta mendukung oposisi politik.

Langkah-langkah ini tidak berdiri sendiri. Semuanya mengarah pada satu tujuan strategis: melemahkan dan, jika mungkin, menghilangkan kepemimpinan nasional sebagai penopang utama rezim kiri Venezuela yang telah berkuasa 27 tahun.

Hugo Chavez berkuasa selama 1999-2013, dilanjutkan Nicolas Maduro 2013-2026.

Dalam perspektif center of gravity, kepemimpinan nasional merupakan sumber legitimasi, kendali politik, dan loyalitas institusi—terutama militer. Jika kepemimpinan ini runtuh, maka sistem negara diharapkan ikut goyah tanpa harus melalui perang konvensional berskala besar.

Inilah mengapa figur presiden menjadi sasaran utama, bukan sekadar kebijakan atau kekuatan militer di lapangan.

Strategi Lama, Bukan Temuan Baru

Meski tampak modern, strategi perang berbasis pusat gravitasi sesungguhnya bukan hal baru.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Singgung Elite Nyinyir di Medsos: Jangan-jangan Dibayar
Prabowo Bantah Tuduhan Ingin Jadi Diktator: Saya Bersumpah Cinta Tanah Air Sejak Muda
Gubernur Koster Mulai Pembangunan Titik 9 dan 10 Jalan Shortcut Bali Utara–Selatan
Gempa M 6,4 Guncang Mindanao Filipina, BMKG Pastikan Indonesia Aman dari Tsunami
Venezuela, Minyak, dan Kembalinya Politik Kekuasaan Global AS
Diplomasi Berbuah Nyata, Indonesia Miliki Properti Pertama di Kota Suci
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru