BREAKING NEWS
Minggu, 12 April 2026

Pemanfaatan Teknologi Nuklir dalam Upcycling Mikroplastik

BITV Admin - Jumat, 09 Januari 2026 11:53 WIB
Pemanfaatan Teknologi Nuklir dalam Upcycling Mikroplastik
NUTEC Plastics dari IAEA, radiasi pengion kini diubah menjadi alat canggih bukan hanya mendaur ulang, tetapi juga menaikkan nilai (upcycling) limbah plastik menjadi sumber daya baru. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Polietilena (PE) & Polipropilena (PP): Jenis plastik yang paling umum ditemukan di lingkungan ini merespons radiasi dengan cara yang unik.

Radiasi dapat memicu cross-linkingpada polimer ini, mengubah limbah kantong kresek atau botol sampo menjadi material yang lebih keras dan tahan lama.

Namun, efektivitasnya bergantung pada ukuran; mikroplastik yang lebih kecil (misalnya 50 µm) terbukti memiliki kapasitas adsorpsi radionuklida yang lebih tinggi dan reaktivitas yang berbeda dibandingkan partikel yang lebih besar (150 µm).

Serat vs. Fragmen: Dalam pengujian iradiasi gamma pada lumpur limbah, ditemukan bahwa mikroplastik berbentuk fragmen (pecahan padat) lebih mudah dihancurkan dibandingkan bentuk serat (seperti benang nilon dari tekstil).

Struktur serat yang padat dan terpilin membuatnya lebih resisten terhadap serangan radikal bebas dari radiasi, meskipun dosis tinggi (116 kGy) akhirnya mampu mendegradasi serat hingga 62,9%.

Solusi untuk "Polusi Ganda" (Compound Pollution)

Salah satu ancaman terbesar yang sering luput dari perhatian adalah kemampuan mikroplastik untuk "menumpangkan" polutan lain.

Riset yang dilakukan oleh Li, dkk tahun 2025 mengungkap fenomena mengerikan, bahwa mikroplastik di laut (seperti PVC dan Polistirena) bertindak sebagai vektor bagi radionuklida berbahaya seperti Radium-226 (Ra-226), Cesium-137 (Cs-137), dan Uranium.

Hasil pengukuran konsentrasi Ra-226 pada mikroplastik yang mengendap di dasar laut jauh lebih tinggi (13,29 mBq/kg) dibandingkan yang ada di permukaan air. Ini menciptakan risiko ganda bagi biota laut yang memakannya.

Teknologi radiasi menjadi solusi ganda di sini, ia tidak hanya menghancurkan struktur mikroplastik itu, tetapi juga menjadi metode sterilisasi yang efektif untuk mengelola limbah yang terkontaminasi, mencegah polutan "penumpang gelap" ini masuk lebih jauh ke dalam rantai makanan.

Analisis Ekonomi: Mengubah Beban Menjadi Cuan

Apakah teknologi canggih ini layak secara finansial? Analisis ekonomi menggunakan model Plastics to Ocean(P2O) yang dikembangkan dalam kerangka kerja NUTEC Plasticsmemberikan jawaban optimis:

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Gubernur Koster Mulai Pembangunan Titik 9 dan 10 Jalan Shortcut Bali Utara–Selatan
Pemdes Bogak Resmikan GERABAH, Gerobak Bank Sampah yang Hadirkan Sembako Murah untuk Warga
Hampir Semua Sumber Air di Malang Tercemar Mikroplastik, Ecoton: Ancaman Nyata untuk Kesehatan
Langit Jakarta Tak Lagi Bersih, Mikroplastik Terdeteksi — Apakah Ini Awal Masalah Lingkungan Skala Nasional?
Standarisasi Tata Kelola Perencanaan Pembangunan Daerah Dalam Perspektif Filsafat Hukum Tentang Otoritas dan Tanggung Jawab Kelembagaan
Waspada! Air Hujan Jakarta Mengandung Mikroplastik
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru