Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Di sinilah teknologi radiasi menawarkan jalan keluar yang tidak bisa disentuh oleh metode mekanis maupun kimiawi biasa.
Seni Membedah Molekuls
Teknologi ini memanfaatkan berkas elektron (electron beam) dan sinar gamma (seperti dari Cobalt-60).
Tanpa perlu menambahkan bahan kimia berbahaya, energi dari radiasi ini mampu mengintervensi struktur polimer plastik pada level molekuler melalui dua mekanisme utama:
Pemutusan Rantai (Chain Scission). Radiasi energi tinggi memicu radiolisis, menciptakan radikal bebas yang memotong rantai panjang polimer.
Proses ini mengubah limbah plastik yang sulit urai menjadi fragmen yang lebih kecil (oligomer) atau bahkan bahan bakar, sehingga tidak lagi menjadi beban lingkungan.
Sebuah studi yang dilakukan oleh Vadivel, dkk (2025) menunjukkan bahwa iradiasi gamma dengan dosis hingga 116 kGy mampu mendegradasi mikroplastik dalam lumpur limbah (sewage sludge) dengan efektivitas mencapai hampir 70%.
Penyambungan Silang (Cross-linking). Sebaliknya, radiasi juga bisa bertindak sebagai "lem" super.
Ia mampu memodifikasi sifat plastik bekas dengan menciptakan ikatan antar-molekul baru.
Ini memungkinkan plastik limbah dicampur dengan material lain untuk menciptakan komposit baru yang lebih kuat, tahan panas, dan bernilai tinggi. Sehingga terjadi proses upcyclingyang mengubah sampah menjadi material konstruksi atau komponen industri.
Perlakuan Spesifik Berdasarkan Jenis Polimer
Keunggulan teknologi nuklir adalah presisinya; ia tidak memukul rata semua plastik. Riset menunjukkan respons yang berbeda-beda tergantung pada jenis polimer dan bentuk fisiknya:
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.