Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
BEIJING - Jumlah korban tewas akibat banjir bandang disertai tanah longsor yang menerjang wilayah Nepal dan China terus bertambah. Hingga Jumat (4/9/2026), tercatat 1.290 orang meninggal dunia dan 5.614 orang masih dinyatakan hilang.
Di China, jumlah korban tewas bertambah 10 orang menjadi 31 orang. Otoritas China juga mencatat 531 orang masih belum ditemukan akibat bencana yang melanda kawasan perbatasan kedua negara.
"Hingga pukul 18.00 pada 4 September, bencana tersebut telah mengakibatkan 31 kematian dan 531 orang belum ditemukan," demikian laporan Xinhua.
Baca Juga:
Tim penyelamat China masih berupaya menjangkau pos perbatasan Gyirong yang diterjang banjir dan tertimbun material longsor. Ratusan alat berat dikerahkan untuk membuka akses jalan menuju pos tersebut yang rusak parah akibat terjangan material berupa batu dan pepohonan.
Sebagian korban yang masih hilang di wilayah China diduga terjebak di bangunan pos perbatasan atau terbawa arus hingga masuk ke wilayah Nepal.
Sementara itu, Nepal menjadi wilayah dengan jumlah korban terbesar dalam bencana tersebut. Korban tewas di Nepal tercatat mencapai 1.259 orang, sedangkan 5.083 lainnya masih hilang.
Banjir bandang dan tanah longsor dilaporkan menghantam sejumlah distrik di Nepal, termasuk Rasuwa, Nuwakot, Dhading, dan Kavre, serta kawasan Lembah Kathmandu.
Di tengah operasi pencarian, tim SAR juga mencatat sejumlah keberhasilan. Dua pekerja berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat setelah sembilan hari terjebak di dalam terowongan proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Trishuli 3A.
Tim SAR internasional kemudian memusatkan pencarian di terowongan tersebut setelah terdengar suara pekerja yang meminta pertolongan. Sedikitnya 42 pekerja dilaporkan berhasil diselamatkan.
Bencana banjir dan longsor tersebut menjadi salah satu bencana besar yang berdampak pada wilayah perbatasan Nepal dan China. Operasi pencarian korban, evakuasi, serta pembukaan akses menuju daerah terdampak masih terus dilakukan oleh otoritas dan tim penyelamat.* (in/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.