Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Justru karena sorotan internasional meningkat, negara tak lagi punya kemewahan untuk menghindar dari agenda reformasi HAM: penegakan hukum yang adil, perlindungan ruang sipil, dan keberanian menuntaskan kasus-kasus lama tanpa kalkulasi politik sempit.
Pertanyaan sederhana namun menentukan arah sejarah: apakah Indonesia ingin jabatan ini dikenang sebagai simbol pencitraan atau sebagai titik balik keberanian?
Dunia mungkin memberi kursi. Tetapi keadilan tidak pernah datang dari luar negeri. Ia harus diperjuangkan di dalam, seringkali dengan biaya politik mahal.
Tanpa keberanian itu, setiap pujian internasional hanya akan terdengar seperti gema kosong nyaring di panggung dunia, hampa di rumah sendiri.* (mediaindonesia.com)
*) Penulis adalah Dewan Pakar DPP Partai NasDem, Pemerhati Sosial, Politik, Budaya & Isu Global.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.