BREAKING NEWS
Kamis, 22 Januari 2026

Benturan Kepentingan Khamenei-Pahlavi dan Pertaruhan Arah Politik Iran

BITV Admin - Senin, 19 Januari 2026 10:00 WIB
Benturan Kepentingan Khamenei-Pahlavi dan Pertaruhan Arah Politik Iran
Bendera Iran. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Oleh:Aji Cahyono

*DALAM beberapa minggu terakhir, Republik Islam Iran kembali menjadi sorotan dunia karena gelombang protes besar-besaran yang meletus di berbagai kota di negara itu sejak akhir Desember 2025.

Aksi unjuk rasa yang awalnya dipicu oleh tekanan ekonomi—inflasi yang meroket, mata uang yang jatuh, dan krisis biaya hidup—dengan cepat berubah menjadi gelombang kritik terbuka terhadap struktur politik negara dan pimpinan tertinggi, Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei.

Baca Juga:

Pada saat yang sama, figur oposisi yang lama tersembunyi kembali mendapatkan momentum, Reza Pahlavi, putra mahkota terakhir dari monarki Iran yang digulingkan pada Revolusi Islam 1979.

Ketegangan antara kedua tokoh ini — satu sebagai simbol rezim teokratis yang berkuasa dan satu lagi sebagai ikon oposisi monarki dan transisi — mencerminkan konflik ideologis dan politik yang mendalam dalam masyarakat Iran kontemporer.

Gelombang protes yang dimulai pada akhir 2025 merupakan salah satu periode tercepat dan paling luas eskalasinya dalam beberapa dekade terakhir di Iran.

Aksi-aksi ini telah menyebar ke lebih dari 30 provinsi, dengan ratusan hingga ribuan demonstrasi yang dilaporkan terjadi di seluruh negeri.

Sejumlah laporan menyebutkan langkah-langkah keras pemerintah termasuk pemutusan internet dan represi oleh Garda Revolusi telah menyebabkan ribuan korban luka dan kematian di kalangan pengunjuk rasa dan aparat keamanan.

Sementara angka resmi bervariasi, kelompok pemantau independen menyebutkan jumlah korban tewas bisa mencapai ribuan orang selama periode protes ini.

Awalnya protes terebut mencerminkan ketidakpuasan masyarakat terhadap kondisi ekonomi yang memburuk, tetapi dengan cepat berkembang menjadi tuntutan perubahan politik yang lebih luas — termasuk kritik langsung terhadap otoritas Supreme Leader.

Slogan-slogan seperti "Death to the Dictator" menggema di jalanan Tehran dan kota-kota lain, menunjukkan bahwa tuntutan rakyat telah melampaui sekadar reformasi ekonomi.

Oposisi Reza Pahlavi dan Legitimasi Teokrasi Ali Khamenei

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
PLN Pulihkan Listrik di 6.432 Desa Aceh, 68 Desa Masih Mengandalkan Genset Darurat
Protes Iran Mematikan: Khamenei Sebut Ribuan Korban Akibat Campur Tangan AS dan Israel
Tokoh Intelegensia Kristen Berkumpul, Natal PIKI Bali Jadi Momentum Iman dan Persaudaraan
KBRI Teheran Keluarkan 7 Langkah Keselamatan bagi WNI di Tengah Situasi Tak Menentu
KPK Duga Petinggi PBNU Terima Aliran Uang dari Kasus Kuota Haji, Masih Didalami
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp16.856 per Dolar AS, Investor Catat Data CPI AS dan Ketegangan Iran
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru