BREAKING NEWS
Rabu, 28 Januari 2026

Mengapa Indonesia Harus Gabung Board of Peace

BITV Admin - Selasa, 27 Januari 2026 19:04 WIB
Mengapa Indonesia Harus Gabung Board of Peace
Presiden AS Donald Trump (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada pertemuan "Dewan Perdamaian" di sela pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos pada 22 Januari 2026. (Foto: presidenrepublikindonesia/ IG)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Pertanyaannya, apakah iuran untuk kemerdekaan dan kehidupan layak bangsa yang selama ini kita bela dengan teriak-teriak, dianggap "terlalu mahal?"

Absennya Palestina dan Peran Vital Indonesia

Salah satu keberatan terbesar publik adalah ketidakhadiran Palestina sebagai anggota BOP, serta kekhawatiran adanya agenda tersembunyi Israel.

Padahal faktanya, Israel tidak ada di dalam BOP, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu justru secara terbuka mengkritisi keberadaan lembaga ini.

Sebaliknya, dari 20 negara anggota BOP, 13 di antaranya adalah negara mayoritas Muslim.

Kita berada dalam satu aliansi kuat bersama negara-negara seperti Arab Saudi, Turki, Qatar, Yordania, hingga Pakistan.

Pertanyaan lain yang sering muncul adalah: "Jika ini untuk Palestina, kenapa Palestina tidak ada di dalamnya?" Jawabannya terletak pada realitas hukum internasional, bukan konspirasi.

Palestina, hingga detik ini, belum berdiri sebagai negara yang diakui secara penuh ( u) dan belum menjadi anggota penuh PBB, yang merupakan syarat administratif keanggotaan BOP.

Namun, aspirasi mereka tidak ditinggalkan. Dr. Ali Shaath, yang juga petinggi Otoritas Palestina, turut dilibatkan dalam proses ini, sebagai Kepala Komite Nasional Pengelolaan Gaza.

Justru karena ketidakhadiran Palestina secara formal itulah, kehadiran negara-negara sahabat seperti Indonesia di dalam BOP menjadi wajib hukumnya.

Indonesia tidak masuk ke BOP untuk mencari keuntungan, melainkan untuk menjadi "penyambung lidah" dan pelindung kepentingan rakyat Palestina.

Tanpa kehadiran Indonesia atau negara-negara yang pro-Palestina lainnya, siapa yang akan menjamin bahwa dana 25 miliar dolar AS itu benar-benar digunakan untuk membangun rumah rakyat?

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Gotong Royong Nasional, Pemkab Konawe Kirim 100 Ton Beras untuk Aceh Pasca Bencana
Menlu Sugiono: Iuran Dewan Perdamaian Digunakan untuk Rekonstruksi Gaza
Wakil Ketua DPRD Medan Terima Perwakilan AMPK Bahas Kasus TPPO, RDP Segera Dijadwalkan
Indonesia Jadi Founding Member Dewan Perdamaian Trump, Menhan Tunggu Keputusan Kemlu soal Iuran
Jusuf Kalla: Perdamaian Gaza Harus Libatkan Warga Lokal, Bukan Hanya Negara Besar
Indonesia Resmi Bergabung di Dewan Perdamaian Gaza Buatan Trump, DPR Minta Penjelasan Pemerintah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru