BREAKING NEWS
Senin, 30 Maret 2026

Pernyataan Tokoh Oposisi Soal Pergantian Kapolri Salah Kaprah

BITV Admin - Senin, 09 Februari 2026 09:32 WIB
Pernyataan Tokoh Oposisi Soal Pergantian Kapolri Salah Kaprah
Kapolri Listyo Sigit Prabowo. (foto: listyosigitprabowo/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Oleh:Habiburokhman.

PERNYATAAN tokoh oposisi Abraham Samad dan rekan-rekannya kepada Presiden Prabowo jika reformasi kepolisian baru bisa dinyatakan ada jika Kapolri diganti adalah pernyataan yang salah kaprah.

Cukup aneh ketika banyak pihak berbicara berdasarkan kajian ilmiah soal reformasi kultural dan institusional mereka datang dengan usul terkait personal. Usulan mereka terasa sangat tendensius, subyektif dan bersudut pandang yang sangat sempit.

Baca Juga:

Kita paham sekali, reformasi di bidang apapun, tidak bisa disandarkan hanya pada persoalan suka tidak suka yang bersifat personal. Terlebih Kapolri Listyo Sigit Prabowo justru sosok yang selama ini terdepan dalam mempercepat reformasi Polri.

Data di Komisi III jelas menunjukkan bahwa sejak memimpin 2021, tingkat represifitas menurun sangat drastis di banding periode-periode sebelumnya. Polri juga tercatat sebagai institusi mitra Komisi III yang paling responsif terhadap pengaduan masyarakat.

Yang jelas pergantian Kapolri adalah kewenangan konstitusional Presiden yang seharusnya tidak diintervensi oleh tokoh-tokoh oposisi tersebut.

Boleh saja mereka berbeda kepentingan soal politik, tetapi janganlah memberikan tekanan yang salah kaprah kepada Presiden karena justru bisa melemahkan negara kita.

Saya paham sekali karakter Presiden Prabowo yang tidak suka berbicara soal personal ketika membahas hal yang bersifat institusional.

Selain itu beliau juga tidak suka jika ada orang yang menjelek-jelekkan orang lain di depan beliau.

Ayo kita satukan langkah dan bulatkan tekad, kita dukung reformasi Polri secara kultural.* (news.detik.com)

*) Penulis adalah Ketua Komisi III DPR RI.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Memahami Konstitusi: Kenapa Polri Tetap Tepat di Bawah Presiden
Pakar Hukum: Polri Alat Negara yang Tunduk kepada Presiden, Bukan Kementerian
Jelang Ramadhan 2026, Presiden Prabowo Subianto Imbau Bangsa Bersatu dan Dijauhkan dari Perpecahan serta Bencana
Nusron Wahid Dorong Presiden Prabowo Tindak Tegas Perusahaan Perusak Lingkungan, Pencabutan Izin Dinilai Tak Cukup
Prabowo Sebut Potensi Dana Umat Capai Rp 500 Triliun per Tahun, Pemerintah Siapkan Lembaga Pengelola Khusus
Prabowo di Pengukuhan Pengurus MUI: Bersatunya Ulama dan Umara Jadi Kunci Bangsa yang Damai dan Makmur
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru