BREAKING NEWS
Selasa, 24 Maret 2026

Prabowo Pemimpin Egaliter dalam Sejarah Republik Indonesia

BITV Admin - Senin, 23 Maret 2026 22:12 WIB
Prabowo Pemimpin Egaliter dalam Sejarah Republik Indonesia
Presiden RI Prabowo Subianto. (foto: BPMI Setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Dari sisi saya sebagai Menteri HAM RI, jelas keberpihakan kami pada beberapa isu publik. Misalnya saat terjadi penembakan liar oleh oknum aparat tahun 2024, kasus teror kepala babi di media Tempo, kecaman terhadap vonis rendah kasus mega korupsi PT Timah, perlindungan aktivis dan mahasiswa saat demonstrasi serta kerusuhan Agustus 2025, permintaan kementerian HAM untuk membebaskan aktivis Del Pedro dkk, hingga sikap tegas dan langkah nyata Kementerian HAM menyikapi penyiraman air keras kepada aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Saya sampaikan bahwa Menteri HAM adalah yang pertama dari pejabat pemerintah (eksekutif) hadir dan menyatakan sikap membela korban dan rakyat.

Saya boleh sampaikan, bahkan tidak pernah ada dalam sejarah Reformasi seorang menteri (pembantu Presiden) yang menyatakan secara lantang sikapnya dalam sebuah peristiwa demi keadilan dan pelindungan terhadap warga negara.

Kembali ke forum Meja Bundar Hambalang. Publik setidaknya makin paham seluruh pikiran dan perasaan seorang Presiden Prabowo Subianto.

Saya yang menyelami dari dekat pikiran dan perasaannya, sosok Prabowo adalah sosok yang menyayangi rakyat, bangsa dan negara dari lubuk hatinya yang paling dalam.

Jawaban Presiden terhadap berbagai pertanyaan menunjukkan Prabowo adalah pemimpin egaliter dalam sejarah Republik Indonesia.

Sebuah sikap yang berbanding terbalik dengan kepemimpinan Indonesia hampir 80 tahun Indonesia merdeka yang menempatkan pemimpin sebagai titisan dewa (ratu adil) yang tutur kata mereka sebagai 'Divine Rights of The King'.

Hari ini Prabowo menunjukkan dirinya sebagai pemimpin egaliter, demokratis, menjunjung tinggi nilai humanisme dan semua rakyat Indonesia menerima dan melihat betapa tulusnya beliau untuk rakyatnya.

Lantas, Sudahlah! Stop anarkis, stop provokatif, stop adu domba, stop konspiratif, stop memecah-bela. Indonesia adalah negara demokrasi prominen di dunia.

Siapa saja boleh mengkritik untuk memperbaiki program-program kerja pemerintah, tetapi jangan punya niat jahat termasuk misalnya untuk mengganti pemerintahan sebelum 2029.

Saya sampaikan sedikit di sini. Tahun 1999 saat reformasi, saya aktivis SMID, PRD, LMND, PMKRI, Senat Mahasiswa juga Ketua Mahasiswa Papua Internasional.

Untuk sampai ke reformasi 1999, kami sudah bekerja 5 tahun sebelumnya. Dari tahun 1994, muncul lagi 1996, puncaknya di 1997, gerakan masif 1998, di mana saya sendiri yang membakar Gejayan 98 yang sekarang terkenal dengan jargon "Gejayan Memanggil", hingga reformasi baru bisa kami tuntaskan di tahun 1999. Tidak ada perubahan rezim seperti kilat dan guntur.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Ungkap Alasan Sering Lakukan Kunjungan Kenegaraan ke Luar Negeri: Untuk Ciptakan Lapangan Kerja di Indonesia
Prabowo Subianto Hubungi Presiden Palestina Hingga Presiden Turki di Momen Idul Fitri, Pererat Hubungan Bilateral Pemimpin Negara Muslim
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Tegas Tolak Wacana Pembelajaran Daring Demi Efisiensi Energi: Jangan Mengorbankan Pendidikan
Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah Masih Hadapi Tantangan, Tito: Fokus Kami Ada di Sini
Prabowo: Saya Akan Pertahankan Program MBG, Daripada Uang Dikorupsi
Wagub Sumut Dampingi Kapolri Tinjau Pos Pengamanan Idulfitri 2026 di Medan, Pastikan Mudik Aman dan Lancar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru