BREAKING NEWS
Rabu, 25 Maret 2026

Membangun Panggung Koruptor

BITV Admin - Rabu, 25 Maret 2026 07:30 WIB
Membangun Panggung Koruptor
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Akan tetapi, penjelasan itu sekaligus menegaskan pertanyaan yang lebih mendasar: mengapa pertimbangan-pertimbangan tersebut tidak menjadi pijakan sejak awal ketika status tahanan rumah diberikan?

KEKUATAN BESAR

Sulit menepis kecurigaan publik bahwa ada kekuatan besar yang ikut memengaruhi arah penegakan hukum. Terlalu naif jika masyarakat diminta percaya bahwa keputusan sepenting pengalihan penahanan semata-mata urusan teknis penyidik.

Dalam perkara yang menyedot perhatian nasional, mustahil dampak politik dan simbolisnya tidak diperhitungkan.

Karena itu, ketika penjelasan yang muncul terkesan berubah-ubah, dari alasan permohonan keluarga, sifat sementara, hingga strategi penyidikan, yang lahir bukan ketenangan publik, melainkan spekulasi yang makin tebal.

Jangan-jangan memang ada tangan lain yang bekerja di balik layar. Jangan-jangan ada kekuatan kekuasaan yang lebih besar daripada hukum.

Jangan-jangan Gedung Merah Putih kini bukan lagi benteng terakhir pemberantasan korupsi, melainkan ruang kalkulasi kepentingan kekuasaan.

Dalam beberapa tahun terakhir, publik menyaksikan bagaimana semangat antikorupsi terus mengalami erosi.

Revisi Undang-Undang KPK, polemik independensi, merosotnya kepercayaan publik, sampai menurunnya aura takut para pejabat terhadap operasi penegakan hukum, semuanya memperlihatkan satu pola: negara makin tunduk terhadap elite korup.

Ironisnya, semua ini terjadi ketika Presiden Prabowo Subianto berulang kali melontarkan pernyataan keras soal korupsi. Retorika itu terdengar garang, memikat, dan menyalakan harapan rakyat yang sudah muak pada perampok uang negara.

Namun, dalam praktik, publik justru menyaksikan hal yang sebaliknya. Hukum hanya bertaring jika berhadapan dengan wong cilik.

Pencabutan status tahanan rumah itu memang meredakan sebagian kritik.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tiga Hakim PN Binjai Dilaporkan ke Polda Sumut Terkait Dugaan Kelalaian Profesional dalam Sengketa Tanah
Energi, Hukum, dan Kekuasaan: Ketika Selat Hormuz Menguji Batas Hukum Internasional
MAKI Ancam Gugat KPK: Pengalihan Tahanan Yaqut Dinilai Janggal dan Tak Transparan
Pasangan Suami Istri Diduga Jadi Korban Body Shaming dan Penganiayaan oleh Oknum Petugas SPBU di Langkat, LMND Binjai Desak Proses Hukum Transparan
Ikuti Jejak Gus Yaqut, Immanuel Ebenezer Ajukan Pengalihan Penahanan: Ini Respon KPK
KPK Kembalikan Eks Menag Yaqut ke Rutan, Ini Alasan di Baliknya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru