BREAKING NEWS
Kamis, 13 Agustus 2026

Bukan Sekadar Maung di Cebu: Saatnya Indonesia Berhenti Menjadi "Bengkel Dunia"

- Sabtu, 09 Mei 2026 09:12 WIB
Bukan Sekadar Maung di Cebu: Saatnya Indonesia Berhenti Menjadi "Bengkel Dunia"
Mobil Maung selama menghadiri rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina pada 7-8 Mei 2026. (foto: BPMI Sekretariat Presiden)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Nilai ekspor sektor ini melampaui 135 persen dari target, realisasi investasi menembus lebih dari 100 persen sasaran, dan jumlah perusahaan yang sudah mencapai level INDI 4.0 di atas 3,0 juga melebihi target.

Artinya, di balik satu unit Maung yang melintas di KTT ASEAN, ada ekosistem industri yang pelan-pelan belajar berdiri sendiri yang dimulai dari digitalisasi pabrik sampai penguatan kemampuan ekspor produk berteknologi.

Di udara, kisah serupa muncul melalui pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia yang dioperasikan Filipina, menandakan bahwa daya saing industri strategis Indonesia sudah diakui di kawasan.

Belajar dari Timor, ASEMKA, dan VinFast

Namun semua capaian itu baru tahap awal. Indonesia pernah bermimpi soal mobil nasional melalui proyek Timor di era Presiden Soeharto. Pada masa Joko Widodo, nama ASEMKA sempat menghangat sebagai simbol mobil karya anak bangsa.

Kini, keduanya lebih sering muncul dalam obrolan nostalgia ketimbang sebagai pilar ekosistem industri yang hidup. Pelajaran pentingnya jelas bahwa melahirkan produk nasional jauh lebih mudah daripada menjaga keberlanjutannya.

Di saat Indonesia berkutat dengan bayang-bayang masa lalu, Vietnam melahirkan VinFast. Populasi Vietnam tidak sebesar Indonesia, tetapi mereka berani membangun merek otomotif nasional, memproduksinya secara massal, dan mengincar pasar global.

Terdapat Studi yang menunjukkan bagaimana VinFast diposisikan sebagai ikon "Made in Vietnam" yang ditopang strategi berani, dukungan kebijakan, dan integrasi dalam rantai nilai global.

Kini, VinFast justru agresif masuk ke Indonesia dengan rencana puluhan showroom dan jaringan dealer baru. Sederhananya, sebelum Indonesia punya merek kuat, merek tetangga sudah antre memanen pasar Indonesia.

Dari "Mobil Nasional" ke Ekosistem Otomotif Nasional

Di titik inilah Pindad dan ekosistemnya punya peluang strategis pada era Prabowo. Pindad memiliki pengalaman panjang dalam manufaktur pertahanan, rekayasa kendaraan, dan teknologi strategis.

Maung bisa menjadi pintu masuk, tetapi tidak boleh berhenti sebagai monumen.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wawako Tanjungbalai Temui Perpusnas, Bahas Penguatan Literasi dan Pengembangan Perpustakaan
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Audiensi dengan Kementerian Kebudayaan, Bahas Penguatan Infrastruktur dan Cagar Budaya
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Terima Audiensi Forwakum, Bahas Peran Media dalam Edukasi Hukum kepada Masyarakat
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Ikuti Rapat Penyaluran Dana Bagi Hasil Pajak Sumut, Rp443 Miliar Mengalir ke Tiap Daerah
Festival Kesenian Sumut 2026, Wagub Surya: Jadi Ruang Perkuat Identitas Budaya Daerah
Pemko Tanjungbalai Raih Penghargaan BBPSU, Sukses Revitalisasi Bahasa Melayu Dialek Tanjungbalai
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru