Menuju Jakarta 500 Tahun: Mampukah Jadi Kota Global Tanpa Meninggalkan Warganya?
JAKARTA Jakarta akan memasuki usia 500 tahun pada 2027. Momentum tersebut menjadi titik penting bagi Jakarta setelah tidak lagi diposisi
NASIONAL
Orientasi seperti ini sejalan dengan semangat nasionalisme ekonomi yang tidak berhenti pada jargon, tetapi tampak dalam keberpihakan terhadap produksi dalam negeri, transfer teknologi, dan pengembangan kapasitas SDM bangsa sendiri.
Jika kerangka pikir ini dipegang bersama oleh seluruh stakeholder, maka Pindad Maung, industri otomotif, dan berbagai kebijakan hilirisasi tidak hanya menjadi proyek lima tahunan, melainkan bagian dari perjalanan panjang Indonesia menuju kedaulatan ekonomi yang berkeadilan bagi generasi yang akan datang.
Kemandirian Bukan Berarti Anti Asing
Kemandirian otomotif tidak boleh disalahartikan sebagai sikap menutup diri. Indonesia tetap membutuhkan investasi asing, transfer teknologi, dan kolaborasi global. Namun posisinya harus naik kelas.
Kerja sama dengan mitra internasional perlu disusun dengan syarat yang jelas dan berdampak pada peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), penguatan pemasok lokal, alih teknologi yang terukur, dan ruang bagi desain nasional.
Pada era global value chain, tujuan Indonesia bukan keluar dari jaringan, melainkan masuk sebagai pemain yang punya suara—bukan sekadar tukang jahit yang mudah diganti.
Dalam kacamata ini, diplomasi industri telah dimulai dari penampilan Pindad Maung di KTT ASEAN hingga ekspor pesawat PTDI yang bukan sekadar seremoni.
Apa yang dibawa pemimpin ke meja perundingan ditentukan oleh apa yang mampu diproduksi di pabrik dalam negeri. Pada akhirnya, Maung yang mengantar Presiden di Cebu seharusnya kita baca sebagai pertanyaan terbuka, bukan jawaban final.
Apakah Indonesia sungguh siap naik kelas dari negara pasar menjadi negara produsen? Sejarah Timor dan ASEMKA mengingatkan bahwa keberanian memulai tanpa keberlanjutan hanya akan berakhir sebagai cerita.
VinFast dari Vietnam memberi sinyal bahwa kompetisi regional tidak akan menunggu Indonesia bersiap. Sementara data kinerja industri menunjukkan bahwa fondasi untuk berlari sebenarnya mulai terbentuk.
Indonesia terlalu besar untuk sekadar menjadi pasar, terlalu kaya sumber daya untuk hanya menjadi pemasok bahan baku, dan terlalu berpengalaman dalam manufaktur untuk berhenti pada perakitan.
Jika Pindad, pemerintah, industri swasta, perguruan tinggi, UMKM, dan masyarakat bisa bergerak dalam satu arah, mimpi tentang otomotif nasional yang kuat tidak perlu lagi diucapkan dengan kata "andai".
JAKARTA Jakarta akan memasuki usia 500 tahun pada 2027. Momentum tersebut menjadi titik penting bagi Jakarta setelah tidak lagi diposisi
NASIONAL
JAKARTA Dua dari 26 tokoh yang diangkat Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) tidak hadir d
POLITIK
JAKARTA Direktur Law Firm Pedang Keadilan & Partners Zuhri Saifudin menilai Mahkamah Konstitusi (MK) memiliki peluang untuk mendiskualif
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menilai rangkaian perombakan pemerintahan Presiden Prabowo Su
POLITIK
MEDAN Video yang memperlihatkan seorang pedagang kaki lima (PKL) diduga dikeroyok sejumlah pria di kawasan depan Kampus Universitas Suma
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Kota Medan tengah mengembangkan sistem pemerintahan digital yang memungkinkan masyarakat mengakses layanan publik melal
PEMERINTAHAN
JAKARTA Mayjen TNI (Purn) Prof. H.C. Dr. Rido Hermawan mengajak masyarakat melihat kembali hubungan manusia dengan dirinya sendiri, sesa
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung belum menemukan indikasi keterlibatan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang dalam perka
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Anwar Usman memilih tidak memberikan tanggapan mengenai perkara yang mempersoal
NASIONAL
OlehWerdha CandratrilaksitaRESHUFFLE lazimnya menjadi cara seorang presiden memperkuat kendali terhadap pemerintahannya. Menteri yang dinil
OPINI