BREAKING NEWS
Rabu, 03 Juni 2026

BGN Setelah Dadan Dicopot: Dari Ekspansi Cepat ke Disiplin Publik

BITV Admin - Rabu, 03 Juni 2026 08:51 WIB
BGN Setelah Dadan Dicopot: Dari Ekspansi Cepat ke Disiplin Publik
Dadan Hindayana. (foto: Setpres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Masalah terbesar BGN sejak awal adalah godaan untuk memperlakukan skala sebagai ukuran keberhasilan. Dalam politik kebijakan, skala memang menggoda.

Ia mudah diberitakan, mudah dijual kepada publik, dan mudah dipakai untuk menunjukkan bahwa negara sedang bekerja. Namun, program gizi nasional bukan sekadar operasi distribusi.

Ia adalah pertemuan yang rumit antara kesehatan publik, manajemen logistik, pengadaan, pengawasan mutu, tata kelola data, dan akuntabilitas fiskal.

Ketika ekspansi didorong lebih cepat daripada kesiapan sistem, yang lahir bukan hanya ketidakteraturan administratif, melainkan juga risiko nyata di lapangan.

Di sinilah akar kritik terhadap fase awal BGN. Negara tampak ingin bergerak seperti operator logistik raksasa, tetapi belum sepenuhnya menata dirinya sebagai lembaga publik yang taat prosedur.

Kelemahan standar dapur, persoalan mutu makanan, mekanisme mitra yang belum sepenuhnya bersih dari celah kepentingan, hingga persoalan pengawasan menunjukkan bahwa BGN dibebani mandat yang terlalu besar tanpa infrastruktur pengendalian yang setara.

Akibatnya, yang terjadi adalah paradoks klasik birokrasi: semakin besar program diperluas, semakin besar pula biaya pengawasan yang tertinggal di belakangnya.

Karena itu, pencopotan Dadan harus dibaca sebagai pengakuan tidak langsung bahwa ekspansi cepat telah mendahului sistem.

Ini bukan semata kegagalan individu, melainkan kegagalan desain kelembagaan yang terlalu percaya bahwa ambisi dapat menutup kekurangan tata kelola.

Padahal, dalam urusan pangan publik, kegagalan kecil di atas kertas dapat berubah menjadi masalah besar di lapangan.

Dari Mobilisasi Program ke Disiplin Negara

Fase berikutnya menuntut perubahan watak kelembagaan. BGN tidak bisa terus dijalankan dengan semangat mobilisasi semata, seolah yang dibutuhkan hanya energi, komando, dan target.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Timnas U-19 Menang Telak 3-0 atas Myanmar, Plh Wali Kota Tanjungbalai Harap Garuda Muda Juara AFF U-19 2026
Pemko Dukung Turnamen “Padel Untuk Semua” pada HUT ke-436 Kota Medan, Harap Lahirkan Atlet Muda
Pemkot Tanjungbalai Sidak SPBE dan Pangkalan Usut Keluhan Warga soal Kelangkaan LPG 3 Kg, Ini Temuannya
Hasil Reses DPRD Sumut Diserahkan ke Pemprov, Wagub Surya: Aspirasi Akan Diprioritaskan Sesuai Kebutuhan Masyarakat
Pemerintah Dorong Pemulihan UMKM Terdampak Bencana di Sumatera, Akses KUR dan Relaksasi Kredit Diperluas
Wacana MBG untuk Siswa Indonesia di Arab Saudi, DPLN PDIP: Mereka Tidak Kekurangan Makanan maupun Gizi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru