BREAKING NEWS
Selasa, 29 September 2026

Berhentilah Memprovokasi Negeri

Redaksi - Kamis, 13 Agustus 2026 08:57 WIB
Berhentilah Memprovokasi Negeri
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Para akademisi, pengamat, mantan pejabat, tokoh masyarakat, maupun para pakar memiliki hak untuk menyampaikan pandangan dan analisisnya.

Namun, kritik yang sehat berbeda dengan narasi yang terus-menerus membangun ketakutan tanpa dasar yang memadai.

Analisis yang baik seharusnya memberi jalan keluar, bukan sekadar memperbesar kecemasan. Seorang intelektual semestinya menerangi ruang publik dengan pengetahuan, bukan menambah kabut kepanikan.

Sebab setiap kata yang diucapkan oleh seorang tokoh memiliki dampak sosial yang tidak kecil.

Ketika sebuah pernyataan disampaikan berulang-ulang bahwa negara akan kacau, ekonomi akan hancur, atau keamanan akan runtuh, maka bukan hanya opini yang sedang dibangun, melainkan juga psikologi masyarakat.

Dunia usaha sangat peka terhadap persepsi. Para pelaku bisnis mengambil keputusan bukan hanya berdasarkan angka-angka ekonomi, tetapi juga berdasarkan rasa percaya.

Ketika rasa percaya digantikan oleh rasa takut, investasi tertunda, konsumsi melemah, dan masyarakat menjadi lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan ekonomi.

Bahkan ada yang mulai memperkuat pagar pengaman usahanya, menahan ekspansi, atau memilih menunggu situasi yang dianggap lebih pasti.

Padahal sejarah mengajarkan bahwa kepanikan sering kali lebih berbahaya daripada masalah itu sendiri.

Banyak krisis justru membesar karena manusia lebih dahulu kehilangan kepercayaan daripada kehilangan sumber daya. Ketika rasa takut menjadi komoditas yang terus diperdagangkan, maka masyarakat perlahan kehilangan optimisme.

Bangsa ini bukan bangsa yang lahir dari keadaan yang mudah. Indonesia dibangun melalui perjuangan panjang menghadapi penjajahan, pemberontakan, krisis ekonomi, bencana alam, hingga berbagai pergolakan politik.

Namun berkali-kali bangsa ini mampu bangkit karena memiliki modal sosial berupa persatuan, gotong royong, dan kepercayaan bahwa setiap persoalan dapat diselesaikan bersama.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Polemik Patriot Bond: Perlindungan Investor dan Penelusuran Dana Ilegal Jadi Sorotan
Rakor Forkopimda Sumatera 2026, Bupati Asahan Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas dan Percepat Pembangunan
TP PKK Asahan dan Organisasi Perempuan Gelar Bhakti Sosial Keagamaan, Kunjungi Panti Asuhan dan Panti Jompo
Wakil Bupati Asahan Buka Rapat Gugus Tugas Reforma Agraria 2026, Dorong Penataan Tanah Berkeadilan
HUT ke-81 RI, Pemprov Sumut Tegaskan Komitmen Bangun Wilayah 3T hingga Kepulauan Nias
TKD 2027 Belum Jelas, Bobby Nasution Desak Kepastian Anggaran Rp1,1 Triliun untuk Sumut
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru