BREAKING NEWS
Selasa, 29 September 2026

Berhentilah Memprovokasi Negeri

Redaksi - Kamis, 13 Agustus 2026 08:57 WIB
Berhentilah Memprovokasi Negeri
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Optimisme tentu bukan berarti menutup mata terhadap masalah. Optimisme bukan menolak kritik. Optimisme adalah keberanian untuk melihat persoalan secara jernih sambil tetap percaya bahwa solusi selalu dapat diupayakan.

Sebaliknya, pesimisme yang terus-menerus dipropagandakan tanpa disertai tanggung jawab hanya akan melahirkan masyarakat yang saling curiga, mudah marah, dan kehilangan harapan.

Karena itu, marilah kita menghidupkan kembali budaya tabayyun. Setiap menerima informasi, berhentilah sejenak. Periksa sumbernya. Bandingkan dengan informasi lain.

Tanyakan apakah berita itu benar, apakah bermanfaat, dan apakah menyebarkannya akan membawa maslahat atau justru memperbesar keresahan.

Tabayyun juga berarti berani mengatakan, "Saya belum tahu." Dalam tradisi keilmuan, mengakui keterbatasan pengetahuan jauh lebih terhormat daripada menyebarkan dugaan yang belum teruji. Tidak semua informasi harus segera dibagikan.

Tidak semua isu harus segera dikomentari. Kadang-kadang diam adalah bentuk tanggung jawab yang paling bijaksana.

Al-Qur'an telah mengingatkan dengan sangat tegas dalam Surat An-Nur ayat 19:

"Sesungguhnya orang-orang yang senang tersebarnya perbuatan yang amat keji di kalangan orang-orang yang beriman, mereka akan mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui."

Ayat ini bukan hanya berbicara tentang fitnah dalam pengertian sempit, tetapi juga mengingatkan bahaya menyebarkan sesuatu yang merusak kehidupan bersama.

Berita bohong, kabar yang dibesar-besarkan, dan narasi yang sengaja menumbuhkan kepanikan dapat menggerus kepercayaan sosial, memecah persaudaraan, bahkan melemahkan sendi-sendi kehidupan bangsa.

Maka, kepada siapa pun yang memiliki ruang bicara di hadapan publik—para pengamat, akademisi, mantan pejabat, tokoh masyarakat, pekerja media, pembuat konten, maupun pengguna media sosial—marilah kita menggunakan pengaruh itu dengan penuh tanggung jawab.

Kritiklah dengan data. Berbedalah dengan santun. Ingatkan masyarakat dengan argumentasi. Tetapi jangan membangun panggung ketakutan yang membuat bangsa ini kehilangan kepercayaan pada dirinya sendiri.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Polemik Patriot Bond: Perlindungan Investor dan Penelusuran Dana Ilegal Jadi Sorotan
Rakor Forkopimda Sumatera 2026, Bupati Asahan Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas dan Percepat Pembangunan
TP PKK Asahan dan Organisasi Perempuan Gelar Bhakti Sosial Keagamaan, Kunjungi Panti Asuhan dan Panti Jompo
Wakil Bupati Asahan Buka Rapat Gugus Tugas Reforma Agraria 2026, Dorong Penataan Tanah Berkeadilan
HUT ke-81 RI, Pemprov Sumut Tegaskan Komitmen Bangun Wilayah 3T hingga Kepulauan Nias
TKD 2027 Belum Jelas, Bobby Nasution Desak Kepastian Anggaran Rp1,1 Triliun untuk Sumut
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru