Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Dalam struktur seperti itu, kelangsungan karier seorang pejabat bisa lebih ditentukan oleh dukungan partai, koalisi, atau patron politik daripada oleh penilaian masyarakat terhadap kinerjanya atau aspek etis.
Akibatnya, muncul pembalikan orientasi pertanggungjawaban.
Pejabat lebih berkepentingan menjaga kepercayaan pihak yang menentukan kedudukannya daripada memulihkan kepercayaan warga yang menjadi dasar legitimasinya.
Selama dukungan elite belum dicabut, tekanan publik masih mungkin diperlakukan sebagai urusan komunikasi yang perlu dikelola.
Sejatinya tahu bersalah dan secara moral mestinya mundur sebagai pertanggungjawaban publik, tetapi enggan berinisiatif karena kepentingan kekuasaan.
Di sinilah warisan birokrasi feodal-kolonial dan kepentingan politik modern bertemu. Dalam birokrasi feodal-kolonial, keselamatan karier bergantung pada atasan.
Dalam politik patronase modern, keselamatan jabatan bergantung pada jaringan pendukung. Keduanya dapat memperlemah dorongan akuntabilitas publik.
Pejabat merasa tak perlu mempertanggungjawabkan kekuasaan secara langsung kepada rakyat.
Mundur pun dianggap sebagai kekalahan, bukan sebagai tindakan yang dapat memulihkan kehormatan.
Yang ditakuti pejabat bukan kegagalan menjalankan amanah, melainkan kehilangan kedudukan dan segala keuntungan yang menyertai.
Dalam politik demokrasi yang sehat, rasa malu mestinya menjadi landasan perilaku.
Namun, karena yang lebih ditakuti adalah elite dan jaringan pendukung, rasa malu kehilangan fungsi moralnya.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.