Listrik Belum Pulih di Sejumlah Wilayah Sumut, Pemadaman Sudah Lebih 12 Jam
MEDAN Sejumlah wilayah di Sumatera Utara masih mengalami pemadaman listrik hingga Sabtu, 23 Mei 2026, setelah gangguan transmisi terjadi s
PERISTIWA
MEDAN -Sebuah aksi protes yang dipimpin oleh masyarakat adat dan petani di Sumatra Utara menghadirkan sorotan publik yang intens. Dalam demonstrasi yang berlangsung di depan kantor Gubernur Sumatra Utara, mereka tidak hanya menyoraki nama Prabowo dan Jokowi, tetapi juga menyerukan tuntutan yang tegas terhadap pemerintah.
Aksi Protes dan TuntutanPara peserta aksi, yang dipimpin oleh Koordinator Aksi bernama Ustad Darul, menegaskan bahwa mereka adalah pendukung setia Jokowi sejak tahun 2014 dan Prabowo saat pemilihan presiden sebelumnya. Namun, mereka mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap kinerja pemerintah dalam memperhatikan nasib para petani dan masyarakat di Desa Sampali.
Desakan kepada PemerintahUstad Darul dengan tegas menyerukan kepada Presiden Jokowi dan Presiden terpilih Prabowo Subianto agar memperhatikan kebutuhan dan nasib para petani serta masyarakat di Desa Sampali. Mereka menuntut agar janji-janji yang pernah diberikan kepada mereka di masa lalu diwujudkan dengan tindakan nyata dari pemerintah.
Kekecewaan terhadap Pj Gubernur SumutSelain itu, Ustad Darul juga menyampaikan kekecewaannya terhadap Pj Gubernur Sumut, Hassanudin, karena tidak berada di tempat saat massa aksi datang ke kantor gubernur. Mereka merasa bahwa pemerintah tidak serius dalam menanggapi tuntutan mereka. Ancaman untuk membawa massa dengan jumlah yang lebih besar juga disuarakan sebagai bentuk desakan kepada pemerintah.
Harapan untuk KeadilanAksi protes ini mencerminkan aspirasi masyarakat adat dan petani yang menginginkan keadilan dan perlindungan terhadap hak-hak mereka. Mereka menuntut agar pemerintah mendengarkan suara mereka dan bertindak sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi rakyat.
Tantangan bagi PemerintahInsiden ini merupakan tantangan bagi pemerintah untuk merespons dengan serius tuntutan dan aspirasi rakyat. Perlunya langkah-langkah konkret dan kebijakan yang proaktif untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh masyarakat adat dan petani di Sumatra Utara.
KesimpulanAksi protes yang dipimpin oleh masyarakat adat dan petani di Sumatra Utara menyoroti ketidakpuasan dan desakan mereka terhadap pemerintah. Tuntutan akan keadilan dan perlindungan terhadap hak-hak mereka menjadi sorotan utama, menunjukkan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam proses pembangunan dan kebijakan publik.
(N/014)
MEDAN Sejumlah wilayah di Sumatera Utara masih mengalami pemadaman listrik hingga Sabtu, 23 Mei 2026, setelah gangguan transmisi terjadi s
PERISTIWA
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tajam sebesar 8,35 persen sepanjang periode perdagangan 1822 Mei 2026 dan ditutup
EKONOMI
BANDA ACEH Majelis AlQur&039an dinilai sebagai salah satu majelis paling mulia dalam Islam karena merupakan warisan langsung dari Nab
AGAMA
MEDAN Terdakwa kasus dugaan korupsi penjualan aluminium PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau PT Inalum, Oggy Achmad Kosasih, menga
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Pemerintah Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, mengalokasikan anggaran sebesar Rp3 miliar untuk pembangunan Gedung Pelayanan Marka
NASIONAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait kasus korban begal, Guntur Sugoro (41), yang diduga ditembak kawanan
NASIONAL
JAKARTA Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) kembali menjadi salah satu skema pembiayaan yang banyak diminati pelaku usaha mikro, kecil, dan
EKONOMI
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Al Washliyah (IPA) Kota Medan untuk me
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima audiensi Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Utara Khoirul Muttaqin di Ba
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong agar Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) dijadikan agenda tahunan bergengsi d
PEMERINTAHAN