THR Wajib Cair H-7 Lebaran! Pemprov Sumut Tegas: Jika Terlambat, Perusahaan Terancam Denda 5 Persen
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Ketenagakerjaan Sumatera Utara mengingatkan seluruh perusahaan swasta agar membay
PEMERINTAHAN
BITVONLINE.COM MEDAN -Ketika kita duduk untuk makan bersama orang lain, perbedaan dalam kecepatan menyantap makanan seringkali menjadi perhatian. Ada yang menyelesaikan sepiring dalam waktu singkat dengan suapan besar, sementara yang lain memakan hidangan mereka dengan santai selama setengah hingga satu jam penuh. Pertanyaan yang muncul, mana yang sebenarnya lebih baik bagi kesehatan tubuh?
Dr. Jessica Beh, seorang dokter keluarga di DTAP@Robertson, menjelaskan bahwa waktu makan seseorang dapat diklasifikasikan sebagai cepat atau lambat berdasarkan durasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan makanan. “Rata-rata, kebanyakan orang dewasa memerlukan sekitar 30 menit untuk makan utama dan sekitar 20 menit untuk camilan,” ujarnya.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kecepatan MakanDr. Beh menyebutkan bahwa orang yang cenderung makan lambat mungkin terpengaruh oleh gangguan distraksi selama makan atau masalah kesehatan gigi yang membuat mengunyah menjadi sulit. Sebaliknya, mereka yang makan dengan cepat sering kali disesuaikan dengan gaya hidup yang sibuk, seperti pekerjaan yang menuntut, kegiatan akademik, atau sebagai orang tua dengan waktu makan terbatas.
Risiko dan Dampak KesehatanSebuah studi menunjukkan bahwa orang yang makan dengan cepat cenderung mengalami kenaikan berat badan lebih signifikan dibandingkan dengan mereka yang makan lambat atau dengan porsi sedang. Proses hormonal tubuh membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk merespons kecukupan makanan, sehingga mereka yang makan terlalu cepat mungkin tidak merasa kenyang secara optimal dan cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori.
Namun, makan terlalu lambat juga tidak sepenuhnya bebas risiko. Dr. Leslie Heinberg dari Cleveland Clinic menyoroti bahwa stres, kecemasan, atau tekanan emosional juga dapat mempengaruhi pola makan seseorang.
Rekomendasi PakarPakar menyarankan agar setiap gigitan makanan dikunyah sekitar 20 hingga 30 kali untuk membantu proses pencernaan dan penyerapan nutrisi secara optimal. Selain itu, menjaga keseimbangan antara makan dengan porsi yang cukup dan dengan kecepatan yang memungkinkan tubuh merespons secara tepat adalah kunci untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh.
KesimpulanKesadaran akan cara makan dan kecepatannya penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Masing-masing individu memiliki kebutuhan yang berbeda, namun mengambil waktu untuk menikmati makanan dengan perlahan dan mengunyah dengan baik dapat membantu dalam mencapai keseimbangan nutrisi dan menjaga berat badan yang sehat.
(N/014)
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Ketenagakerjaan Sumatera Utara mengingatkan seluruh perusahaan swasta agar membay
PEMERINTAHAN
MEDAN Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, berharap Pekan Ramadan Sumut 2026 menjadi ruang kolaborasi y
PEMERINTAHAN
TAPANULI SELATAN Aparat gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus dan Brimob Polda Sumatera Utara menggerebek lokasi tambang emas
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Wacana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) kembali menguat setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekali
NASIONAL
BATUBARA Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perbincangan hangat di Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, Sumater
PENDIDIKAN
BATU BARA Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Kabupaten Batu Bara di Bulan suci Ramadhan, Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Pertanian Amran Sulaiman memastikan pasokan pangan nasional tetap aman meski Selat Hormuz ditutup akibat eskalasi konfli
EKONOMI
JAKARTA Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, menggugat penetapan dirinya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji melalui
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 berada di kisaran 5,5 hingga 5,6 persen. Target tersebu
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, pada Selasa dini h
HUKUM DAN KRIMINAL