BREAKING NEWS
Selasa, 03 Maret 2026

Mengapa Makan Lambat Lebih Sehat dari Makan Cepat: Temuan Riset Terbaru

BITVonline.com - Jumat, 05 Juli 2024 09:27 WIB
Mengapa Makan Lambat Lebih Sehat dari Makan Cepat: Temuan Riset Terbaru
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BITVONLINE.COM MEDAN -Ketika kita duduk untuk makan bersama orang lain, perbedaan dalam kecepatan menyantap makanan seringkali menjadi perhatian. Ada yang menyelesaikan sepiring dalam waktu singkat dengan suapan besar, sementara yang lain memakan hidangan mereka dengan santai selama setengah hingga satu jam penuh. Pertanyaan yang muncul, mana yang sebenarnya lebih baik bagi kesehatan tubuh?

Dr. Jessica Beh, seorang dokter keluarga di DTAP@Robertson, menjelaskan bahwa waktu makan seseorang dapat diklasifikasikan sebagai cepat atau lambat berdasarkan durasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan makanan. “Rata-rata, kebanyakan orang dewasa memerlukan sekitar 30 menit untuk makan utama dan sekitar 20 menit untuk camilan,” ujarnya.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kecepatan Makan

Dr. Beh menyebutkan bahwa orang yang cenderung makan lambat mungkin terpengaruh oleh gangguan distraksi selama makan atau masalah kesehatan gigi yang membuat mengunyah menjadi sulit. Sebaliknya, mereka yang makan dengan cepat sering kali disesuaikan dengan gaya hidup yang sibuk, seperti pekerjaan yang menuntut, kegiatan akademik, atau sebagai orang tua dengan waktu makan terbatas.

Risiko dan Dampak Kesehatan

Sebuah studi menunjukkan bahwa orang yang makan dengan cepat cenderung mengalami kenaikan berat badan lebih signifikan dibandingkan dengan mereka yang makan lambat atau dengan porsi sedang. Proses hormonal tubuh membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk merespons kecukupan makanan, sehingga mereka yang makan terlalu cepat mungkin tidak merasa kenyang secara optimal dan cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori.

Namun, makan terlalu lambat juga tidak sepenuhnya bebas risiko. Dr. Leslie Heinberg dari Cleveland Clinic menyoroti bahwa stres, kecemasan, atau tekanan emosional juga dapat mempengaruhi pola makan seseorang.

Rekomendasi Pakar

Pakar menyarankan agar setiap gigitan makanan dikunyah sekitar 20 hingga 30 kali untuk membantu proses pencernaan dan penyerapan nutrisi secara optimal. Selain itu, menjaga keseimbangan antara makan dengan porsi yang cukup dan dengan kecepatan yang memungkinkan tubuh merespons secara tepat adalah kunci untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh.

Kesimpulan

Kesadaran akan cara makan dan kecepatannya penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Masing-masing individu memiliki kebutuhan yang berbeda, namun mengambil waktu untuk menikmati makanan dengan perlahan dan mengunyah dengan baik dapat membantu dalam mencapai keseimbangan nutrisi dan menjaga berat badan yang sehat.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru