Bukan Soal Emas 74 Kg! Kubu Febrie Adriansyah Ungkap Fokus Utama di Praperadilan
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA – Mantan pesepakbola nasional, Gendut Doni, turut menanggapi fenomena masifnya pemain keturunan yang dinaturalisasi untuk memperkuat Timnas Indonesia. Ia memahami langkah PSSI yang bertujuan mewujudkan mimpi Indonesia tampil di Piala Dunia 2026, namun juga memberikan semangat kepada para pemain muda lokal. Sebagai pelatih yang kini fokus membina pesepakbola muda, Gendut Doni menekankan pentingnya para pemain muda terus mengasah kualitas diri dan tidak menyerah pada mimpi mereka.
“Sekarang saya juga jadi pelatih, ini sempat jadi pertanyaan juga. Yang jelas, untuk adik-adik pemain lokal, jangan pernah takut bermimpi. Jangan putus harapan meskipun banyak pemain naturalisasi,” ujar Gendut Doni di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Kamis (9/1/2025). “Kebetulan saya memegang tim di tingkat grassroots. Saya selalu memotivasi pemain-pemain muda: jangan pernah takut bermimpi, harus menjadi generasi berikutnya di Tim Nasional,” tambahnya.
Gendut Doni menekankan bahwa kualitas adalah kunci utama untuk bisa bersaing, meskipun ada banyak pemain diaspora. “Biar sekarang banyak pemain diaspora, kalau kita punya kualitas, peluang menjadi pemain Tim Nasional tetap terbuka,” jelasnya. Lebih lanjut, mantan penyerang Persija Jakarta itu menilai langkah naturalisasi yang ditempuh PSSI kali ini sangat memperhatikan kualitas. Hal tersebut terlihat dari performa Jay Idzes dan kawan-kawan yang masih berjuang di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
PSSI juga baru saja menunjuk pelatih asal Belanda, Patrick Kluivert, untuk menggantikan Shin Tae-yong. “Ya, ini sempat ramai dibicarakan di kalangan mantan pemain dan pelatih terkait banyaknya pemain diaspora. Namun, sisi positifnya adalah kualitas mereka,” ujar Gendut Doni. “Diaspora yang sekarang jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Kita bangga karena banyak dari mereka bermain di tim Eropa, yang menunjukkan kualitas tinggi,” pungkasnya.
(christie)
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL