Pemprov Sumut Permudah Bayar Pajak Kendaraan, Warga Tak Lagi Wajib Bawa KTP Pemilik Lama
MEDAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menerapkan kebijakan baru dalam pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahun
EKONOMI
BITVONLINE.COM –Sarapan merupakan kegiatan penting yang dilakukan sebelum memulai aktivitas harian. Biasanya, menu sarapan yang dipilih berupa roti, susu, kopi, atau sereal. Namun, tidak sedikit orang yang memilih untuk melewatkan sarapan, terutama mereka yang sedang menjalani program diet untuk menurunkan berat badan.
Meskipun demikian, melewatkan sarapan dapat berdampak negatif bagi tubuh. Menurut Times of India, sarapan berperan penting dalam mengisi bahan bakar tubuh dan memulai metabolisme. Selain itu, sarapan juga dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan menstabilkan suasana hati.
Namun, ketika sarapan dilewatkan, tubuh dapat kehilangan nutrisi penting yang dibutuhkan, yang berpotensi menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Berikut adalah beberapa bahaya yang dapat terjadi pada tubuh jika keseringan melewatkan sarapan:
Mengganggu konsentrasi Sarapan yang seimbang memberikan glukosa yang diperlukan otak untuk berfungsi optimal. Tanpa sarapan, konsentrasi, memori, dan kinerja kognitif secara keseluruhan dapat terganggu, yang berdampak pada produktivitas di tempat kerja atau sekolah. Memicu obesitas Melewatkan sarapan bisa memicu penambahan berat badan hingga obesitas. Hal ini disebabkan karena melewatkan sarapan sering kali membuat seseorang makan berlebihan di kemudian hari, terutama camilan berkalori tinggi, yang juga dapat mengganggu metabolisme tubuh. Kekurangan nutrisi Sarapan adalah kesempatan untuk mengonsumsi vitamin dan mineral yang penting bagi tubuh. Melewatkan sarapan meningkatkan risiko kekurangan nutrisi yang dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh dan menyebabkan masalah kesehatan di masa depan. Perubahan suasana hati Tidak sarapan dapat menyebabkan kadar gula darah rendah, yang memicu perubahan suasana hati, mudah tersinggung, dan rasa tidak nyaman. Sarapan yang seimbang membantu menstabilkan kadar gula darah dan mendukung kesejahteraan emosional. Metabolisme melambat Melewatkan sarapan memberi sinyal pada tubuh untuk menyimpan energi, yang menyebabkan metabolisme melambat. Respons adaptif ini menghambat pembakaran kalori secara efisien dan dapat mempersulit pengelolaan berat badan. Tingkat stres meningkat Kadar gula darah rendah akibat melewatkan sarapan dapat mengaktifkan respons stres tubuh, yang meningkatkan kadar kortisol dan berkontribusi pada peningkatan stres serta kecemasan sepanjang hari. Risiko penyakit kronis yang lebih tinggi Melewatkan sarapan dalam jangka panjang berisiko meningkatkan kemungkinan terkena penyakit kronis, seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan sindrom metabolik.Jadi, penting untuk tidak menganggap remeh sarapan. Dengan sarapan yang seimbang, kita dapat mendukung tubuh untuk berfungsi dengan baik sepanjang hari.
(N/014)
MEDAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menerapkan kebijakan baru dalam pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahun
EKONOMI
JAKARTA Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menerima audiensi perwakilan massa buruh dalam rangka aksi Hari Buruh Internasional atau
NASIONAL
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto menceritakan perjalanan politiknya yang telah lima kali mengikuti kontestasi pemilihan presiden (pi
POLITIK
MEDAN Sidang gugatan wanprestasi terkait proyek pembangunan Biara FSE di Medan kembali bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan kritik keras terhadap fenomena korupsi di kalangan pejabat berpendidikan tinggi dan ber
POLITIK
JAKARTA Wacana pembentukan tim asesor untuk menentukan status aktivis hak asasi manusia (HAM) menuai penolakan dari anggota DPR RI. Angg
POLITIK
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto mengumumkan kebijakan baru terkait skema pembagian pendapatan antara pengemudi ojek online (ojol) d
EKONOMI
MEDAN Ribuan buruh yang tergabung dalam Partai Buruh dan sejumlah serikat pekerja di Sumatera Utara (Sumut) akan menggelar aksi unjuk ra
NASIONAL
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pentingnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi masyarakat Indonesia, khususnya untuk
POLITIK
MEDAN Direktur Utama PT Toba Surimi Industries Tbk, Gindra Tardy, diperiksa sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan pemalsuan cek dan pe
HUKUM DAN KRIMINAL