BREAKING NEWS
Rabu, 15 April 2026

Kemenkes: Lebih dari 1 Juta Kasus Kanker di Indonesia, Angka Kematian Capai 60 Persen

Redaksi - Rabu, 19 Februari 2025 20:53 WIB
Kemenkes: Lebih dari 1 Juta Kasus Kanker di Indonesia, Angka Kematian Capai 60 Persen
Ilustrasi
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) memperkirakan terdapat lebih dari satu juta kasus kanker di Indonesia. Dari jumlah tersebut, kasus yang terdeteksi mencapai 408 ribu, dengan angka kematian yang masih tinggi, yakni 50 hingga 60 persen.

"Angkanya sekitar 1 jutaan jumlah kanker. Sekarang yang terdeteksi itu 408 ribuan. Kalau kanker kan estimasi ya, bukan penyakit menular," ujar Direktur Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, di Jakarta Selatan, Rabu (19/2/2025).

Menurut Nadia, ada empat jenis kanker yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Pada perempuan, kanker payudara menempati urutan pertama, diikuti oleh kanker leher rahim. Sementara itu, pada laki-laki, kanker paru menjadi yang paling umum, disusul oleh kanker usus.

"Kalau digabung (laki-laki dan perempuan), kanker paru nomor satu, nomor dua kanker payudara, nomor tiga kanker leher rahim, nomor empatnya kanker usus," tambahnya.

Deteksi Dini Masih Jadi Tantangan

Pemerintah telah meluncurkan program cek kesehatan gratis (CKG) yang mencakup pemeriksaan beberapa jenis kanker untuk meningkatkan deteksi dini. Namun, Kemenkes masih menghadapi sejumlah hambatan dalam pelaksanaannya.

Salah satu tantangan utama adalah ketakutan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kanker karena khawatir dengan hasil diagnosisnya. Selain itu, masih banyak perempuan yang tidak mendapatkan izin dari suami untuk menjalani pemeriksaan kanker, khususnya kanker serviks.

Kemenkes terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini untuk meningkatkan peluang kesembuhan dan menekan angka kematian akibat kanker di Indonesia.

(dc/a)

Editor
: Redaksi
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru