BREAKING NEWS
Rabu, 15 April 2026

Dino Patti Djalal Ungkap SBY Tak Pernah Tergoda Perpanjang Kekuasaan Selama Dua Periode Jabatannya

Nurul - Selasa, 14 April 2026 23:07 WIB
Dino Patti Djalal Ungkap SBY Tak Pernah Tergoda Perpanjang Kekuasaan Selama Dua Periode Jabatannya
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (foto: tangkapan layar yt Susilo Bambang Yudhoyono)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI sekaligus pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, mengungkapkan kisah di balik kepemimpinan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang disebut tetap berpegang pada prinsip pembatasan kekuasaan selama dua periode jabatannya.

Dino menyebut salah satu pencapaian penting SBY adalah sikapnya yang tidak tergoda untuk memperpanjang masa jabatan atau mengubah aturan konstitusi demi mempertahankan kekuasaan.

Baca Juga:
"Yang terpenting Pak SBY saat beliau mau selesai dari pemerintahan, beliau bilang ke saya, 'Din, satu hal yang saya bangga setelah 10 tahun, I was never ever tempted to expand my power,'" ujar Dino dalam diskusi FPCI di Hotel St. Regis, Jakarta, Selasa, 14 April 2026.

Menurut Dino, godaan untuk memperluas kekuasaan merupakan fenomena yang kerap terjadi di berbagai negara.

Ia menyebut sejumlah pemimpin dunia bahkan mengubah konstitusi demi memperpanjang masa jabatan.

"The temptation is so strong and a lot of people got away with it," kata Dino.

Ia menilai keteguhan SBY untuk tidak mengikuti tren tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia.

Lebih lanjut, Dino mengungkap bahwa SBY memiliki pandangan kuat mengenai pentingnya membangun sistem pemerintahan yang tidak bergantung pada figur individu.

"Kalau Soekarno jatuh, sistem jatuh. Soeharto jatuh, sistem jatuh. Kita tidak bisa seperti itu. Kita harus punya pemerintahan berbasis institusi dan sistem," kata Dino menirukan pandangan SBY.

Menurutnya, kesadaran tersebut menunjukkan upaya SBY membangun fondasi demokrasi yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Dino juga menekankan bahwa sejarah akan menjadi penilai akhir terhadap seorang pemimpin.

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ribuan Kader NasDem Geruduk Kantor DPW di Medan, Protes Pemberitaan Majalah Tempo yang Dinilai Merugikan Surya Paloh
Hakim Batalkan Status Tersangka Sekjen DPR, KPK Hormati Putusan dan Kaji Langkah Lanjutan
Praperadilan Dikabulkan, Status Tersangka Indra Iskandar Gugur, KPK Diminta Setop Penyidikan Kasus Rumdin DPR
Anwar Usman Bantah Putusan MK 90 Jadi Pintu untuk Gibran: Itu untuk Semua Anak Muda
Pensiun dari MK, Anwar Usman Cerita Beratnya Jadi Hakim Konstitusi: Setiap Putusan Jatuh, Musuh Bertambah
Amnesty International Kritik Istilah “Inflasi Pengamat”, Sebut Pemerintahan Prabowo Terkesan Antikritik
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru