Ketika Negarawan Gagal Menjaga Lidah di Negeri Majemuk
OlehRuben Cornelius SiagianDI republik yang dibangun di atas luka sejarah, katakata seorang tokoh bangsa tidak pernah netral. Ia bisa mene
OPINI
BITVONLINE.COM– Federasi Sepak Bola Kamboja (FFC) telah meluncurkan penyelidikan resmi terkait dugaan pengaturan skor setelah kekalahan 1-2 timnas Kamboja dari Singapura dalam laga Grup B Piala AFF 2024 yang berlangsung pada Rabu (11/12/2024). Langkah tersebut diambil setelah sejumlah pendukung timnas Kamboja mengemukakan kecurigaan terkait blunder yang dilakukan oleh kiper Vireak Dara, yang dianggap berkontribusi besar dalam kekalahan tersebut.
Jenderal Sao Sokha, Presiden FFC yang juga menjabat sebagai Kepala Polisi Militer Nasional Kamboja, mengonfirmasi bahwa federasi sepak bola negara tersebut tengah bekerja sama dengan otoritas terkait untuk menyelidiki insiden yang memicu tuduhan pengaturan skor. Dalam pertemuan dengan pemain dan staf pelatih timnas Kamboja pada Sabtu (16/12/2024), Jenderal Sokha menegaskan bahwa penyelidikan ini tidak perlu dikhawatirkan oleh mereka yang berintegritas.”Bagi para pemain dan pejabat yang jujur, tidak ada yang perlu dikhawatirkan terkait integritas mereka,” ujar Jenderal Sokha.Kesalahan yang dilakukan Vireak Dara dalam pertandingan tersebut menjadi sorotan utama bagi sebagian besar pendukung timnas Kamboja. Pada menit kedelapan, sebuah umpan panjang dari bek Nick Taylor mengarah kepada Dara yang mencoba melakukan clearance. Namun, bola justru melewati kaki Dara dan dimanfaatkan dengan baik oleh penyerang Singapura, Muhammad Faris, untuk mencetak gol pembuka. Kejadian ini tidak hanya mencoreng performa tim Kamboja, tetapi juga memunculkan kecurigaan bahwa kesalahan tersebut terjadi dengan sengaja.Enam menit setelah gol pertama, Dara kembali melakukan blunder. Kali ini, tendangan pendek yang ia arahkan ke Ose Takaki terlalu lemah dan berhasil direbut oleh Muhammad Shawal, yang kemudian mencetak gol kedua untuk Singapura. Kesalahan-kesalahan fatal tersebut memicu berbagai spekulasi dari pendukung Kamboja yang menilai ada kemungkinan pengaturan skor dalam laga tersebut.
Sebagian pendukung timnas Kamboja mengungkapkan kecurigaan mereka mengenai kemungkinan adanya suap yang melibatkan Vireak Dara. Beberapa bahkan menyerukan agar FFC memeriksa rekening bank Dara dan keluarganya untuk mencari bukti adanya transaksi yang mencurigakan yang bisa mengindikasikan keterlibatan dalam pengaturan skor.”Saya meminta FFC untuk menyelidiki kiper Kamboja yang sengaja kebobolan dua gol. Jika ditemukan peningkatan saldo yang tidak wajar, ini bisa jadi bukti suap,” ungkap salah satu pendukung timnas di media sosial.Namun, tudingan tersebut belum dapat dibuktikan dan penyelidikan masih berlangsung. Dalam waktu yang bersamaan, rekan-rekan setim Dara memberikan dukungan penuh terhadap kiper tersebut, dengan menyatakan bahwa kesalahan dalam sepak bola adalah hal yang lumrah dan tidak selalu berarti adanya niat buruk. (JOHANSIRAIT)
OlehRuben Cornelius SiagianDI republik yang dibangun di atas luka sejarah, katakata seorang tokoh bangsa tidak pernah netral. Ia bisa mene
OPINI
JAKARTA Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan pengalamannya saat masih menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB
NASIONAL
JAKARTA Ketua Umum Gerakan Pemuda Ka&039bah (GPK) Imam Fauzan A. Uskara membantah tudingan adanya pemecatan massal ratusan pengurus Dewa
POLITIK
JAKARTA PT Pertamina International Shipping (PIS) menyatakan dua kapalnya, Pertamina Pride dan Gamsunoro, hingga kini masih berada di kawa
NASIONAL
JAKARTA Politikus PAN Surya Utama alias Uya Kuya melaporkan dugaan penyebaran berita bohong yang mencatut namanya ke Polda Metro Jaya. Lap
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Google dilaporkan menggandeng perusahaan kacamata EssilorLuxottica untuk memperkuat pengembangan kacamata pintar berbasis Android
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menargetkan penyelesaian seluruh berkas layanan pertanaha
NASIONAL
JAKARTA Terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor), Kamser Maroloan Sitanggang, menyampaikan surat terbuka kepada Komisi III
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Gelombang kejahatan penipuan atau scam di sektor keuangan digital kian mengkhawatirkan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat to
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menekankan pentingnya pemikiran geopolitik dalam menjaga arah dan kepenting
POLITIK