BREAKING NEWS
Selasa, 30 Juni 2026

Pemerintah Bentuk Satgas Tangani Wabah Demam Babi Afrika di Indonesia

BITVonline.com - Rabu, 18 Desember 2024 09:00 WIB
Pemerintah Bentuk Satgas Tangani Wabah Demam Babi Afrika di Indonesia
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Pemerintah akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk menangani penyebaran penyakit Demam Babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) yang saat ini telah menyebabkan kematian ratusan ternak babi, khususnya di wilayah Papua. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam keterangannya di BPPT, Jakarta Pusat, Rabu (18/12/2024).

“Kita akan bikin Satgas. Nanti ada Badan Karantina, Wamendagri, BNPB, dan Menteri Pertanian. Sebelum tim terbentuk, setiap instansi harus segera bergerak sesuai tugas masing-masing untuk menangani masalah ini secara cepat,” ujar Zulkifli Hasan.

Satgas yang dibentuk diharapkan dapat mempercepat upaya penanggulangan ASF, penyakit yang telah menyebabkan kerugian besar bagi para peternak. Menurut Zulkifli Hasan, daerah yang paling terdampak adalah Papua, terutama Kabupaten Nabire dan Timika, sementara wilayah lain dinyatakan dalam kondisi aman.

“Khususnya Nabire dan Timika yang terdampak. Yang lain aman,” jelasnya.

Meskipun ASF tidak bersifat zoonosis atau menular dari hewan ke manusia, pemerintah tetap memandang serius dampaknya, terutama terhadap sektor peternakan babi. Pasokan daging babi menjelang perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 juga menjadi perhatian utama.

“Ini bukan penyakit zoonosis yang bisa menular ke manusia, jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Namun, kerugiannya besar bagi peternak,” tambah Zulkifli Hasan.

Satgas yang akan dibentuk melibatkan berbagai pihak, termasuk Badan Karantina Pertanian, Kementerian Dalam Negeri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Kementerian Pertanian. Fokus utamanya adalah memastikan langkah-langkah strategis untuk menekan penyebaran ASF dan memberikan dukungan kepada para peternak yang terdampak.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang keliru terkait wabah ASF. “Kami harap masyarakat memahami bahwa daging babi tetap aman untuk dikonsumsi selama ditangani dengan baik,” pungkasnya.

(N/104)

0 komentar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru