Ia menyoroti dinamika sharing economy, yang membuka pilihan akomodasi baru namun menuntut kepatuhan pajak dan legalitas usaha.
Ketua BPP PHRI, Hariyadi B.S. Sukamdani, menekankan peran Bali sebagai tulang punggung PHRI Nasional.
Ia menyoroti pentingnya pengelolaan akomodasi berizin dan persaingan usaha sehat, serta mendukung penyusunan panduan bersama pengelolaan pariwisata, peta jalan keberlanjutan, peningkatan kualitas SDM, dan percepatan digitalisasi layanan.
Sementara itu, Ketua PHRIBali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Tjok Ace), menyatakan MUSDA menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi kinerja organisasi, memperkuat solidaritas, membangun konsolidasi internal, dan memastikan PHRIBali berperan aktif dalam menjaga alam dan budaya sesuai konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
MUSDA XV PHRIBali Tahun 2025 diharapkan mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor, adaptasi terhadap perubahan global, dan inovasi baru, sehingga Bali tetap tumbuh, berdaya saing, dan berkelanjutan sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.*