BINJAI — Kota Binjai tidak hanya dikenal sebagai kota penyangga Medan, tetapi juga menyimpan jejak sejarah panjang yang masih dapat dilihat hingga kini melalui sejumlah bangunancagarbudaya.
Bangunan-bangunan bersejarah tersebut tidak hanya berdiri kokoh, tetapi juga tetap difungsikan dan menjadi daya tarik wisatabudaya.
Mengutip informasi dari akun Instagram Dinas Pariwisata Kota Binjai, setidaknya terdapat empat bangunan cagar budaya yang merekam perjalanan sejarah kota ini, mulai dari masa Kesultanan Langkat hingga era kolonial.
Masjid ini dibangun pada 1887 atas prakarsa Tengku Haji Musa al-Khalid Al-Mahadiah Muazzam Shah, Sultan Langkat I.
Berdiri di atas lahan wakaf seluas sekitar 1.000 meter persegi, masjid ini mampu menampung hingga 1.500 jamaah.
Bangunan yang telah ditetapkan sebagai cagarbudaya Kota Binjai ini menampilkan perpaduan arsitektur Melayu, Tionghoa, dan Eropa, mencerminkan dinamika budaya pada masa Kesultanan Melayu dan kolonial.
Masjid ini berlokasi di Jalan KH. A. Wahid Hasyim Nomor 3, kawasan Pasar Tavip. 2. Stasiun Kereta Api Binjai
Stasiun Kereta Api Binjai dibangun pada 1889 oleh perusahaan Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) dan mulai beroperasi secara resmi pada 19 Desember 1890.
Sejak awal, stasiun ini melayani rute Binjai–Medan dan menjadi simpul penting transportasi di wilayah Sumatera Timur.
Hingga kini, stasiun yang terletak di Jalan Ikan Paus, Kecamatan Binjai Timur, masih mempertahankan keaslian bangunan serta fungsi utamanya.
Keberadaannya tidak hanya menunjang mobilitas warga, tetapi juga menjadi akses strategis bagi wisatawan.
Gedung bersejarah di Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Binjai Kota, ini didirikan pada 1930 oleh Tengku Muhammad Adil atau Pangeran Adil.
Awalnya, bangunan ini difungsikan sebagai Balai Kerapatan Kesultanan Langkat, sebelum kemudian digunakan sebagai Gedung Pengadilan Negeri pada masa kolonial.
Saat ini, bangunan tersebut masih berfungsi sebagai Gedung Pengadilan Agama Kota Binjai.
Pada 2011, gedung ini diresmikan sebagai Museum Keadilan Kota Binjai, yang tercatat sebagai museum keadilan pertama di Sumatera Utara.