Tim Penelitian dan Pemugaran SitusGunung Padang memastikan kajian dan proses pemugaran akan dilanjutkan sepanjang tahun 2026, dengan fokus pada pengungkapan lapisan budaya yang diperkirakan berusia ribuan tahun sebelum Masehi.
Pemugaran fisik juga akan dilakukan pada teras keempat situs bersejarah tersebut.
Ketua Tim Penelitian dan Pemugaran, Ali Akbar, mengatakan tim akan melakukan penggalian lebih dalam dibanding sebelumnya.
"Sebelumnya kami hanya menggali struktur di kedalaman 4–5 meter karena keterbatasan waktu. Tahun ini, kami rencanakan penggalian bisa mencapai lebih dari 20 meter untuk menelusuri kemungkinan adanya lapisan budaya yang lebih tua lagi," ujarnya, Minggu (22/2).
Pemugaran tahun ini difokuskan pada teras keempat, yang bersebelahan dengan teras kelima yang telah dipugar tahun lalu.
Teras kelima diperkirakan berusia sekitar 500 tahun sebelum Masehi.
Rencananya, pemugaran akan dilanjutkan secara bertahap ke teras berikutnya, dengan kegiatan penelitian dan pemugaran berlangsung sejak Maret hingga Desember 2026.
Sekitar 100 ahli akan dilibatkan, termasuk tambahan peneliti dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset.
Warga lokal juga kembali dilibatkan untuk mendukung proses penelitian dan pemugaran.
Ali Akbar berharap kajian lanjutan ini dapat mengungkap fakta baru yang lebih mendalam mengenai sejarah dan peradaban di kawasan Gunung Padang.
"Kami berharap semakin banyak temuan penting yang bisa memperkaya pemahaman kita tentang situs ini," kata Ali.
Selama bulan-bulan awal penelitian, kawasan situs masih dapat dikunjungi wisatawan dengan pengaturan tertentu.
Namun, saat memasuki tahap intensif kegiatan lapangan, akses akan dibatasi hingga akhir Desember 2026.
Gunung Padang tetap menjadi magnet sejarah dan arkeologi Indonesia, sekaligus menarik minat para peneliti maupun wisatawan yang ingin menyaksikan langsung proses penggalian dan pemugaran situs megalitik tertua di Nusantara ini.*