BREAKING NEWS
Senin, 29 Juni 2026

Usai Penertiban Pungli, Pengunjung Sidebuk-Debuk Melonjak hingga Pelaku Usaha Kembali Bergeliat

Abyadi Siregar - Senin, 29 Juni 2026 09:09 WIB
Usai Penertiban Pungli, Pengunjung Sidebuk-Debuk Melonjak hingga Pelaku Usaha Kembali Bergeliat
Petugas gabungan dari Satpol PP Provinsi Sumatera Utara dan Satpol PP Kabupaten Karo berjaga di sejumlah titik kawasan wisata pemandian air panas Sidebuk-Debuk, Karo. (foto: Diskominfo Sumut)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

KARO – Langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo menertibkan praktik pungutan liar (pungli) di jalur menuju kawasan wisata pemandian air panas Sidebuk-Debuk mulai menunjukkan hasil yang nyata.

Dalam dua hari terakhir, jumlah wisatawan yang datang meningkat signifikan.

Pantauan di kawasan wisata pada Minggu (28/6/2026) memperlihatkan arus kendaraan yang keluar masuk menuju Sidebuk-Debuk jauh lebih ramai dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Baca Juga:

Petugas gabungan dari Satpol PP Provinsi Sumatera Utara dan Satpol PP Kabupaten Karo masih berjaga di sejumlah titik untuk memastikan kawasan tetap bebas dari praktik pungli.

Petugas Satpol PP Kabupaten Karo, Ebenezer Tarigan, mengatakan pengamanan telah dilakukan selama dua hari terakhir dengan menempatkan belasan personel di empat titik strategis, mulai dari persimpangan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) atau Jalan Jamin Ginting hingga akses menuju kawasan pemandian air panas.

"Kita jaga di sini bertugas untuk sosialisasi dan menertibkan aksi pungutan liar menuju pemandian air panas. Seperti lokasi ini, sebelumnya menjadi tempat mereka (pelaku pungli) mengutip uang dari pengunjung yang mau ke dalam," kata Ebenezer.

Menurutnya, pada hari pertama penertiban, petugas sempat menghadapi kendala karena para pelaku yang diduga melakukan pungli berpindah-pindah lokasi untuk menghindari pengawasan.

"Jadi sebelumnya kita sempat 'kucing-kucingan' sama mereka. Makanya pos jaga kita tambah menjadi empat titik, selama 24 jam bergantian. Dan untuk mengantisipasi itu, kita adakan patroli di sepanjang jalur ini secara berkala," jelasnya.

Personel Satpol PP Sumut, Rido, juga mengakui tantangan yang dihadapi petugas, terutama saat malam hari.

Meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas membuat petugas harus bekerja lebih ekstra mengatur situasi di lapangan.

"Setelah penjagaan ini, jumlah kendaraan yang masuk luar biasa banyak. Beberapa pengunjung mengapresiasi kehadiran kita, dan ada juga yang berhenti ingin membayar karena tidak tahu ada penertiban sebelumnya," ujarnya.

Meningkatnya jumlah wisatawan turut dirasakan para pelaku usaha di sekitar kawasan pemandian air panas Sidebuk-Debuk.

Ima, pemilik kantin sekaligus penginapan di kawasan tersebut, mengatakan lonjakan pengunjung dalam dua hari terakhir bahkan menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi wisata.

"Walaupun di masa liburan sekolah biasanya ramai, tetapi tidak pernah seramai ini. Kalau padatnya pengunjung, sudah seperti saat tahun baru. Kami bersyukur karena orang menjadi ramai yang datang. Kalau bisa Pak Gubernur, Pak Bupati, pungli bisa dihapuskan seterusnya," katanya.

Hal senada disampaikan Icky, pedagang makanan ringan di kawasan wisata.

Ia mengaku omzet usahanya ikut meningkat seiring bertambahnya jumlah wisatawan sejak penertiban dilakukan.

Sejumlah wisatawan juga mengaku kini merasa lebih nyaman berkunjung ke Sidebuk-Debuk karena tidak lagi dihentikan dan dimintai uang oleh oknum pelaku pungli.

Rahmat Hidayat, warga Kota Medan yang datang bersama keluarganya, mengaku sempat enggan kembali berwisata ke lokasi tersebut karena pengalaman buruk sebelumnya.

"Kami sudah setahun tak kemari, karena pungli ini. Dua kali kena (dimintai uang masuk), di depan dan di tengah. Justru lebih besar uang kutipan di jalan daripada uang masuk ke pemandian," katanya.

Pengunjung lainnya, Sandy, berharap penertiban dapat dilakukan secara berkelanjutan agar praktik pungli benar-benar hilang dari kawasan wisata.

Ia juga mendukung rencana Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution membuka jalur akses baru menuju lokasi wisata.

"Kami sudah lihat di Siosar, tempat itu tutup karena tak ada lagi pengunjung. Penyebabnya ya pungli. Jadi kami terima kasih kepada Pak Bobby, kalau bisa seterusnya begini, kita pun nyaman datang kemari," ujarnya.

Keberhasilan penertiban pungli di jalur menuju Sidebuk-Debuk dinilai tidak hanya meningkatkan kenyamanan wisatawan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Pemerintah berharap pengawasan dapat terus dilakukan agar kawasan wisata tersebut semakin aman, tertib, dan menjadi destinasi unggulan di Sumatera Utara.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Warga Menanti 81 Tahun, Bobby Nasution Wujudkan Pembangunan Jalan Sipiongot: Bukan Sekadar Janji Politik
Butuh Modal Usaha? Cek Tabel KUR BRI 2026 Pinjaman Rp100 Juta, Cicilan Mulai Rp2 Jutaan per Bulan
Jokowi dan Nafsu Kuasa yang Belum Padam
Dijuluki 'New Zealand van Toba', Pantai Pakkodian di Desa Meat Tawarkan Panorama Danau Toba yang Memukau
Sekda Aceh Sambangi Praja IPDN Asal Aceh di Jatinangor, Perkuat Komitmen Membangun SDM Unggul
Analisis Prof. Didik: Safari Politik Jokowi Dinilai Berpotensi Ganggu Stabilitas Ekonomi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru