BREAKING NEWS
Jumat, 03 Juli 2026

Waspada Erupsi! Ini Daftar 5 Gunung Api Berstatus Siaga di Indonesia

Dharma - Jumat, 03 Juli 2026 09:56 WIB
Waspada Erupsi! Ini Daftar 5 Gunung Api Berstatus Siaga di Indonesia
Ilustrasi - Luncuran awan panas akibat erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, Rabu (19/11/2025). (Foto: Dok. BPBD Lumajang)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan sebanyak lima gunung api di Indonesia masih berstatus Siaga (Level III) pada Jumat, 3 Juli 2026.

Kelima gunung tersebut adalah Gunung Anak Krakatau, Gunung Awu, Gunung Lewotobi Laki-laki, Gunung Merapi, dan Gunung Semeru.

Status Siaga menunjukkan aktivitas vulkanik masih cukup tinggi sehingga masyarakat diminta mematuhi seluruh rekomendasi yang telah ditetapkan guna menghindari potensi bahaya erupsi, guguran lava, awan panas, hingga banjir lahar.

Baca Juga:

Gunung Anak Krakatau Masih Aktif

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih memperlihatkan aktivitas kegempaan berupa empat kali gempa Hybrid/Fase Banyak, satu kali gempa Vulkanik Dangkal, serta tremor menerus.

PVMBG mengimbau masyarakat, wisatawan, maupun pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

Gunung Awu Diminta Tetap Diwaspadai

Di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Gunung Awu juga masih berstatus Siaga.

Selama periode pengamatan tercatat satu kali gempa vulkanik dangkal dan 16 kali gempa tektonik jauh.

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius empat kilometer dari kawah puncak.

Selain itu, warga diharapkan tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

"Masyarakat di sekitar G. Awu diharap tetap tenang, tidak terpancing isu-isu mengenai aktivitas G. Awu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat harap mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe."

Lewotobi Laki-laki Masih Mengalami Erupsi

Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, juga masih tinggi.

Dalam periode pengamatan tercatat beberapa kali gempa letusan, gempa hembusan, tremor non-harmonik, gempa frekuensi rendah, hingga gempa tektonik jauh.

PVMBG meminta masyarakat tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi.

Selain itu, warga juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan, terutama di wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Bagi masyarakat yang terdampak hujan abu vulkanik, penggunaan masker atau penutup hidung dan mulut sangat dianjurkan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan.

Merapi Masih Berpotensi Guguran Lava

Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah masih mencatat aktivitas kegempaan berupa 19 kali gempa guguran dan 35 kali gempa Hybrid/Fase Banyak.

PVMBG menyebut potensi bahaya saat ini masih berupa guguran lava dan awan panas, terutama di sektor selatan hingga barat daya yang meliputi Sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, serta sektor tenggara di Sungai Woro dan Sungai Gendol.

Selain itu, lontaran material vulkanik saat terjadi letusan eksplosif diperkirakan dapat menjangkau radius hingga tiga kilometer dari puncak.

Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di kawasan potensi bahaya serta tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya lahar ketika hujan turun di sekitar kawasan Merapi.

Semeru Tetap Berstatus Siaga

Sementara itu, Gunung Semeru di Jawa Timur juga masih berada pada Level III atau Siaga.

Dalam pengamatan terbaru, tercatat 11 kali gempa letusan, lima kali gempa guguran, lima kali gempa hembusan, dan empat kali gempa tektonik jauh.

PVMBG mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.

Di luar kawasan tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai yang berhulu di Gunung Semeru karena berpotensi dilanda awan panas maupun aliran lahar.

Selain itu, aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah juga dilarang karena berisiko terdampak lontaran material pijar.

PVMBG menegaskan masyarakat di sekitar gunung api agar terus mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), maupun PVMBG, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.* (bi/ad)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ritual Air Kehidupan Sambut Kunjungan PWI di Gunung Padang, Simbol Penghormatan terhadap Alam dan Sejarah
Bobby Geram Pungli Sidebukdebuk Tak Kunjung Hilang, Polisi Diminta Bertindak Tegas
Terdakwa Korupsi Smartboard Tebing Tinggi Minta Dibebaskan, Bambang Ghiri Klaim Jadi Korban Kriminalisasi
Perbaikan Jalan Hutaimbaru-Sipiongot Mulai Dirasakan Warga, Pedagang Sebut Pendapatan Naik hingga 50 Persen
Kunjungi Galeri Dekranasda Gunungsitoli, Kahiyang Ayu Dorong UMKM dan Kerajinan Lokal Naik Kelas
Tawuran Geng Motor Berujung Maut di Patumbak! Remaja Ditemukan Tak Bernyawa di Parit, Enam Pelaku Ditangkap
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Kapolri: Reformasi Polri Bukan Beban

Kapolri: Reformasi Polri Bukan Beban

JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa reformasi di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia bukanlah sebuah beb

HUKUM DAN KRIMINAL