Kepercayaan Publik Tercoreng, Polri Minta Maaf atas Kasus Brimob di Tual
JAKARTA Markas Besar Polri menyampaikan permohonan maaf atas dugaan penganiayaan yang dilakukan seorang anggota Brimob terhadap dua pela
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA -Keputusan Maarten Paes untuk membela Tim Nasional (Timnas) Indonesia bukan sekadar soal karier sepak bola. Ada cerita emosional di balik pilihan kiper berusia 26 tahun ini, yaitu keinginan tulus untuk membuat sang nenek tersenyum di akhir hidupnya.
Pada April 2024, Paes resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) setelah melalui proses yang tidak mudah. Proses naturalisasi ini memerlukan upaya yang panjang, termasuk peran penting dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam memperjuangkan statusnya. Bahkan, PSSI sampai harus menggugat ke pengadilan arbitrase internasional (Court of Arbitration for Sport/CAS) agar Paes bisa membela Timnas Indonesia.
Perjuangan panjang tersebut akhirnya berbuah hasil. Paes telah menjalani debutnya bersama skuad Garuda saat melawan Arab Saudi dan Australia pada laga persahabatan bulan lalu. Dalam kedua laga itu, Timnas Indonesia meraih hasil imbang, dan kehadiran Paes di bawah mistar gawang memberikan rasa aman bagi para pemain dan juga pendukung Timnas.
Jalur Blijvers dan Warisan Sang Nenek
Proses naturalisasi Maarten Paes sendiri terbilang unik. Paes mendapatkan kewarganegaraan Indonesia melalui jalur blijvers, sebuah jalur naturalisasi khusus untuk keturunan orang asli Belanda yang lahir di Hindia Belanda atau Indonesia sebelum masa kemerdekaan. Hal ini dimungkinkan karena nenek Paes pernah tinggal di Indonesia, tepatnya di Kediri, Jawa Timur, pada masa kolonial.
Kisah sang nenek menjadi motivasi utama Paes untuk meraih paspor Indonesia. Kiper yang saat ini bermain untuk klub FC Dallas di Major League Soccer (MLS) tersebut mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan neneknya yang semakin menurun menjadi alasan penting di balik keputusannya untuk membela Timnas Indonesia.
“Saat itu, kesehatan nenekku menurun,” ujar Paes dalam sebuah wawancara eksklusif yang disiarkan oleh New York Times. “Dia berasal dari sana dan aku banyak berbincang dengannya mengenai itu. Itu suatu hal yang bisa aku lakukan agar bisa membuatnya tersenyum di akhir hayatnya. Itu suatu hal yang besar untukku.”
Mengharukan: Demi Harapan Sang Nenek
Paes mengisahkan bagaimana neneknya selalu berbicara tentang tanah kelahiran dan kenangan masa kecilnya di Kediri. Cerita-cerita itu akhirnya mendorong Paes untuk melakukan sesuatu yang istimewa sebagai bentuk penghormatan kepada neneknya.
“Dia bilang, ‘Aku akan sangat senang kalau kamu mau melakukan itu.’ Jadi, dia menyemangati aku dan merupakan sebuah kebanggaan bisa melakukan itu untuknya,” tambah Paes. Melalui pernyataannya, terlihat jelas betapa besar keinginan Paes untuk menghibur neneknya di masa-masa sulit menjelang akhir hayatnya.
Perjuangan di Pengadilan Arbitrase Internasional
Untuk mewujudkan impian membela Timnas Indonesia, Paes harus menempuh perjalanan yang panjang dan tidak mudah. PSSI juga memainkan peran yang besar dalam memastikan status kewarganegaraan Paes diakui oleh federasi internasional. Proses yang kompleks itu akhirnya membuat PSSI mengajukan gugatan ke CAS.
Setelah melalui berbagai prosedur hukum yang panjang, pada akhirnya keputusan dari pengadilan arbitrase internasional memenangkan pihak PSSI dan memungkinkan Paes untuk bermain bersama Timnas Indonesia. Debut Paes bersama Timnas berlangsung saat laga persahabatan melawan Arab Saudi dan Australia, di mana Indonesia berhasil menahan imbang dua negara dengan kekuatan sepak bola yang cukup besar tersebut.
Menjadi Bagian dari Skuad Garuda
Kini, Maarten Paes telah menjadi bagian penting dari skuad Garuda. Kehadirannya di bawah mistar gawang menambah kekuatan Timnas Indonesia, terutama dalam mengantisipasi serangan lawan dengan postur tubuhnya yang tinggi serta kemampuan refleks yang baik. Pengalaman bermain di liga top seperti MLS juga menjadi nilai tambah bagi Timnas, yang saat ini tengah berjuang untuk meningkatkan performa di level internasional.
Paes tidak hanya bermain untuk Indonesia; ia bermain dengan hati dan membawa semangat dari sejarah keluarganya. “Membela Indonesia bukan hanya soal sepak bola, tapi soal keluarga, tentang kebanggaan, dan tentang memberikan sesuatu yang berharga kepada nenekku,” ungkap Paes.
Dukungan dari FC Dallas
Sebagai pemain klub FC Dallas, dukungan dari timnya juga mempermudah proses naturalisasi Paes. Sebelumnya, FC Dallas telah memastikan bahwa mereka mendukung penuh keputusan Paes untuk membela Timnas Indonesia dan mengizinkannya bergabung dengan skuad Garuda pada 7 Oktober mendatang untuk persiapan laga internasional. Klub ini mengakui betapa pentingnya hal tersebut bagi Paes secara pribadi.
Target Paes bersama Timnas Indonesia
Kini, setelah resmi menjadi bagian dari Timnas Indonesia, Paes memiliki ambisi besar untuk membawa skuad Garuda menuju prestasi yang lebih tinggi. Ia berharap dapat memberikan kontribusi maksimal, terutama dalam berbagai turnamen internasional yang akan diikuti Indonesia.
“Saya ingin memberikan yang terbaik, memberikan kemenangan, dan menghadirkan kebahagiaan untuk para suporter di Indonesia, serta membuat nenekku bangga dari atas sana,” ujar Paes dengan penuh keyakinan.
PSSI Apresiasi Semangat Paes
PSSI menyampaikan apresiasinya terhadap dedikasi dan semangat yang dimiliki Paes. Ketua Umum PSSI menyatakan bahwa kehadiran Paes di Timnas adalah simbol semangat pantang menyerah dan cinta terhadap tanah air yang diwarisi dari generasi sebelumnya. “Kami sangat bangga dengan apa yang telah dilakukan Maarten Paes. Dia telah menunjukkan bahwa membela Timnas adalah soal cinta terhadap bangsa dan keluarga,” ujar Ketua Umum PSSI.
Perjalanan Emosional Maarten Paes
Kisah Maarten Paes bukan sekadar tentang olahraga. Ini adalah tentang keluarga, tentang nilai-nilai yang diwariskan, dan tentang perjuangan tanpa kenal lelah demi cinta yang mendalam. Keputusan untuk menjadi WNI dan membela Timnas Indonesia tidak hanya menggambarkan keinginan seorang atlet untuk bermain sepak bola, tetapi juga menggambarkan ikatan emosional yang kuat dengan sejarah keluarganya.
Kini, Paes berada di bawah mistar gawang Timnas Indonesia, bukan hanya sebagai pemain sepak bola, tetapi sebagai cucu yang ingin menghormati neneknya, dan sebagai seorang anak bangsa yang bertekad membawa nama Indonesia lebih dikenal di kancah dunia.
(N/014)
JAKARTA Markas Besar Polri menyampaikan permohonan maaf atas dugaan penganiayaan yang dilakukan seorang anggota Brimob terhadap dua pela
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, mendesak penegakan hukum maksimal terhadap anggota Brimob yang diduga mengan
HUKUM DAN KRIMINAL
SUKABUMI Kematian NS, bocah 12 tahun asal Desa Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, masih dalam penyelidikan. Dugaan
PERISTIWA
JAKARTA Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington DC pada Jumat, 20 Febr
EKONOMI
JAKARTA Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menanggapi wacana dukungan dua periode untuk Presiden Prabowo Subianto.Menurut Paloh, Nas
POLITIK
JAKARTA Menteri Luar Negeri (Sugiono) menyatakan belum ada keputusan terkait sosok anggota TNI yang akan menjabat sebagai Wakil Komandan
INTERNASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan koordinasi dengan Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Unit Kep
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Sebagai bentuk kepedulian terhadap petani dan mendukung program ketahanan pangan Presiden RI, Bupati Batu Bara H. Baharuddin Sia
EKONOMI
JAKARTA Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Hidayat Nur Wahid (HNW), mengecam keras penangkapan imam
POLITIK
DENPASAR Menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pangan Provinsi Bali turun langsung ke lapa
EKONOMI