Rico Waas Tarawih Bersama Warga Medan Selayang, Perkuat Ukhuwah dan Kebersamaan di Bulan Ramadhan
MEDAN Di malam kelima bulan suci Ramadhan, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menunaikan Salat Tarawih bersama jajaran Kecamatan
PEMERINTAHAN
DELI SERDANG -Insiden tidak mengenakkan terjadi setelah pertandingan antara PSMS Medan melawan FC Bekasi City di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, Deliserdang. Pertandingan yang merupakan lanjutan Grup 1 di putaran pertama Pegadaian Liga 2 musim 2024-2025 ini diwarnai oleh ketegangan yang melibatkan pemain, official, dan wasit, Bangkit Sanjaya.
Usai laga, Bangkit Sanjaya terlihat dikejar-kejar oleh pemain dan official PSMS Medan yang merasa tidak puas dengan kepemimpinannya. Situasi semakin memanas ketika beberapa supporter PSMS juga mulai melakukan pelemparan plastik berisi air ke arah lapangan. Melihat situasi yang semakin tidak kondusif, pihak keamanan segera turun tangan untuk mengamankan keadaan. Wasit pun berlari cepat memasuki ruang ganti demi menghindari kerusuhan lebih lanjut.
Menurut laporan, kericuhan ini dipicu oleh beberapa keputusan kontroversial yang diambil oleh wasit, terutama pada insiden di menit akhir injury time babak kedua. Ketika itu, kiper FC Bekasi City, Cahya, terkapar di lapangan setelah mengalami benturan dengan pemain bertahannya sendiri. Insiden tersebut membuat Cahya harus mendapatkan perawatan medis di lapangan.
Menarik perhatian lebih banyak pihak, ambulan yang disiagakan untuk mengevakuasi Cahya masuk ke dalam lapangan. Namun, meski telah berada di lapangan, ambulans tersebut tidak segera membawa Cahya keluar. Sebaliknya, mobil tersebut terpaksa terparkir di tengah lapangan dan menunggu tim medis melakukan penanganan. Proses tersebut berlangsung cukup lama, sekitar 10 menit, hingga akhirnya ambulans kembali keluar tanpa membawa Cahya.
Kondisi ini memicu kemarahan tim PSMS Medan, yang merasa insiden tersebut telah mengulur waktu secara tidak adil. Setelah penanganan medis selesai, wasit memutuskan untuk melanjutkan pertandingan. Namun, laga hanya berlangsung selama satu menit sebelum berakhir tanpa gol, menciptakan ketidakpuasan yang mendalam di kalangan pemain dan pendukung PSMS.
Pelatih PSMS Medan, Nil Maizar, memberikan komentar tajam terkait kepemimpinan wasit dalam pertandingan tersebut. Menurutnya, wasit kurang tegas dalam mengambil keputusan, dan ada beberapa momen krusial yang merugikan timnya. “Kan ambulans sudah masuk, tapi tidak jadi (dievakuasi). Kenapa keputusan ambulans boleh masuk dan kenapa ambulans ketika keluar tidak dikasih kartu kuning (pemain)?” ungkap Nil dengan nada kecewa.
Kondisi ini menunjukkan betapa pentingnya pengelolaan pertandingan yang baik dan transparansi dalam pengambilan keputusan, untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan. PSMS Medan diharapkan dapat meraih hasil yang lebih baik di pertandingan-pertandingan selanjutnya, sementara semua pihak harus belajar dari insiden ini untuk menjaga sportivitas dan keamanan dalam sepakbola Indonesia.
(N/014)
MEDAN Di malam kelima bulan suci Ramadhan, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menunaikan Salat Tarawih bersama jajaran Kecamatan
PEMERINTAHAN
MAKASSAR Kabar duka datang dari lingkungan kepolisian Sulawesi Selatan. Bripda DP (19), anggota Direktorat Samapta Polda Sulsel, meningg
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Penyanyi jebolan Indonesian Idol Season 13, Petrus Yohannes Debrito Armando Djaga Kota alias Piche Kota, membantah tuduhan perse
ENTERTAINMENT
JAKARTA Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada partai politik yang menyatakan du
POLITIK
JAKARTA Nilai tukar rupiah membuka perdagangan hari ini, Senin (23/2/2026), dengan penguatan terbatas di tengah pelemahan dolar AS dan men
EKONOMI
JAKARTA Harga cabai rawit merah masih menunjukkan lonjakan tajam di awal 2026, bertahan jauh di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP). Berdasa
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada level 8.368,61 pada perdagangan Senin (23/2/2026), seiring penguatan saha
EKONOMI
OlehKamrussamad. KEMUNCULAN alumnus penerima beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) Dwi Sasetyaningtyas yang menyampaikan narasi
OPINI
PADANGSIDIMPUAN Rumah Sakit Umum Permata Madina Sibuhuan resmi menjalin perjanjian kerja sama dengan Universitas Aufa Royhan sebagai langk
PENDIDIKAN
MEDAN Hadis yang berbunyi bau mulut orang yang berpuasa lebih harum dari kasturi di sisi Allah kembali menjadi perbincangan. Ustaz Adi
AGAMA