BREAKING NEWS
Minggu, 04 Oktober 2026

Kedeboox Medan, Tempat Ngopi Sambil Baca Buku dengan View Kereta Api dan Lampu Kota

Administrator - Minggu, 04 Oktober 2026 10:22 WIB
Kedeboox Medan, Tempat Ngopi Sambil Baca Buku dengan View Kereta Api dan Lampu Kota
Kedeboox Medan. (foto: kedeboox.space/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Menikmati kopi sambil membaca buku menjadi konsep yang ditawarkan Kedeboox, ruang nongkrong di Medan yang memadukan kedai minuman dengan aktivitas literasi.

Ide tersebut bermula dari pemanfaatan ruang yang sebelumnya kosong pada malam hari.

Masrun, salah satu pengelola Kedeboox sekaligus pemilik toko buku, mengatakan konsep itu berawal dari keponakannya, Yusri, yang memiliki hobi membaca.

Baca Juga:

Yusri kemudian melihat adanya ruang yang belum dimanfaatkan pada malam hari.

Dari situ muncul gagasan untuk membuat angkringan. Sementara Masrun menyediakan beragam buku dari toko buku miliknya.

"Yusri sebenarnya hobi baca, mungkin dia sering baca buku tentang wiraswasta. Jadi dia lihat ada space yang kosong di tempat ini apalagi ketika malam kosong melompong, jadi dia punya ide kreatif bilang mau buat angkringan. Dia angkringannya, saya bukunya. Dari situlah awal ceritanya, Kedeboox. Jadi konsep kami sama, sambil minum kopi, sambil baca buku," kata Masrun.

Konsep tersebut kemudian menjadi identitas Kedeboox.

Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati minuman, tetapi juga dapat membaca buku yang tersedia di lokasi.

Dari sisi operasional, Kedeboox mulai mempersiapkan aktivitas kedai sejak sore.

Masrun mengatakan persiapan dilakukan mulai sekitar pukul 17.00 atau 17.30.

Kedai kemudian mulai menerima pesanan pada pukul 19.00 dan beroperasi hingga tengah malam.

"Kami prepare dari jam 5 atau setengah 6, jam 7 udah open order. Kalau tutupnya jam 12 malam," ujarnya.

Untuk minuman kopi, Kedeboox menawarkan harga sekitar Rp20.000 hingga Rp25.000.

Harga tersebut menjadi salah satu pilihan bagi pengunjung yang ingin menikmati kopi sambil membaca buku pada malam hari.

Kedeboox pada awalnya berkembang melalui jaringan komunitas.

Yusri yang merupakan mahasiswa teknik lingkungan memanfaatkan komunitas yang diikutinya untuk memperkenalkan tempat tersebut.

"Awalnya dari komunitas-komunitas dulu, dia kan mahasiswa teknik lingkungan. Jadi komunitas merekalah yang membangun dan memviralkan," kata Masrun.

Pengelola Kedeboox juga memberikan apresiasi kepada pihak yang ikut mengenalkan tempat tersebut melalui media sosial.

"Dan kami punya konsep, setiap yang memviralkan lewat beranda, kami berikan buku dan kopi gratis. Sebagai bentuk terima kasih karena sudah men-support kami," ujarnya.


Konsep tersebut membuat Kedeboox tidak hanya mengandalkan promosi konvensional.

Komunitas dan media sosial ikut membantu memperkenalkan tempat tersebut kepada masyarakat.

Selain kopi dan buku, suasana lokasi menjadi bagian lain yang ditawarkan Kedeboox. Pengunjung dapat menikmati sejumlah pemandangan dari tempat tersebut.

"Kalau di sini banyak view yang dilihat, ada view kereta api, jalan raya, di depan ada Center Point dengan lampu-lampunya, jadi berwarna yang mau dilihat dan gak menjemukan," katanya.

Pemandangan kereta api, jalan raya, serta lampu-lampu di kawasan Center Point menjadi bagian dari pengalaman pengunjung ketika berada di Kedeboox.

Dengan konsep tersebut, Kedeboox tidak hanya menawarkan aktivitas minum kopi. Buku, suasana tempat, komunitas, dan pemandangan Kota Medan menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan.

Kedeboox juga menunjukkan bagaimana ruang yang sebelumnya tidak banyak digunakan pada malam hari dapat dimanfaatkan menjadi tempat berkumpul yang memadukan kuliner dan literasi.

Bagi pengunjung, Kedeboox menjadi salah satu alternatif untuk menghabiskan malam di Medan dengan menikmati kopi, membaca buku, berkumpul bersama komunitas, sekaligus menikmati suasana kota.* (bi/ad)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pengurus Al Washliyah Medan 2026–2031 Dilantik, Rico Waas Dorong Hadirkan Program yang Menjawab Kebutuhan Masyarakat
Hampir Setahun Buron, Pelaku Begal di Medan Ditangkap Timsus JCS
Tak Terima Eks Kadisdik Langkat Divonis 7 Tahun, JPU Ajukan Banding
Javi Siverio Hat-trick! Antar PSMS Medan Menang Telak 4-0 atas Persikad Depok
Influenza A Meningkat di Sumut, Dinkes: Alat Deteksi Hanya Tersedia di Medan dan Deli Serdang
Rico Waas Sapa Warga Beringin, Bahas Solusi Banjir hingga Rencana 10.000 CCTV di Medan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru