Hebat! Latih Santri Kaji Kitab Kuning Mandiri, PMDG Gontor 8 Aceh Gelar Fathu Kutubi Turats
ACEH BESAR Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 8 Darul Amien, Seulimuem, Aceh Besar, menggelar kegiatan Fathu Kutubi Turats untuk
PENDIDIKAN
JAKARTA -Refly Harun, seorang anggota Tim Hukum Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN), menyuarakan aspirasi publik dalam aksi 164 di Patung Kuda, Jakarta Pusat. Dalam orasinya, Refly mengingatkan pentingnya menjaga integritas Mahkamah Konstitusi (MK) dengan memberikan tekanan moral yang positif.
“Perlu saya tegaskan bahwa ini bukan tekanan terhadap MK, melainkan aspirasi publik. MK butuh dikuatkan dan diyakinkan untuk terus berada di jalur yang benar,” ujar Refly dengan tegas.
Refly juga menyoroti putusan MK nomor 90/PUU-XXI/2023 yang mengubah syarat usia calon presiden dan wakil presiden. Menurutnya, putusan tersebut menciptakan potensi masalah, terutama terkait dengan usia yang masih sangat muda untuk memegang jabatan sebesar itu.
Dalam upaya memberikan gambaran, Refly mengaitkan situasi tersebut dengan kisah Nabi Muhammad, yang baru menjadi Rasul pada usia 40 tahun. Perbandingan ini dimaksudkan untuk menyoroti betapa pentingnya kedewasaan dan pengalaman dalam memimpin sebuah negara.
“Dengan putusan ini, kita membuka pintu bagi anak-anak yang belum cukup dewasa untuk memegang tanggung jawab sebesar itu. Nabi Muhammad sendiri, yang dikenal dengan julukan Al Amin, baru dipercaya menjadi Rasul pada usia 40 tahun,” ungkap Refly.
Refly juga menyampaikan keyakinannya bahwa Gibran Rakabuming, yang terlibat dalam sengketa ini, akan didiskualifikasi. Keyakinan tersebut didasarkan pada fakta-fakta yang terungkap dalam proses persidangan di MK.
“Keyakinan saya bukanlah sentimen semata, melainkan hasil dari proses persidangan yang menunjukkan adanya ketidaksesuaian dalam syarat-syarat yang diatur,” jelas Refly.
Pernyataan Refly mencerminkan perhatian serius terhadap keadilan dan kepatuhan terhadap hukum, terutama dalam konteks proses politik yang krusial seperti sengketa Pilpres 2024. Hal ini juga menggambarkan pentingnya peran hukum dalam mengukur kelayakan dan kapasitas calon pemimpin negara.
(K/09)
ACEH BESAR Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 8 Darul Amien, Seulimuem, Aceh Besar, menggelar kegiatan Fathu Kutubi Turats untuk
PENDIDIKAN
ACEH Prakiraan cuaca Aceh pada Jumat, 2 Oktober 2026, didominasi hujan ringan di sebagian besar kabupaten dan kota. Namun, hujan dengan in
NASIONAL
MEDAN Prakiraan cuaca Sumatera Utara pada Jumat, 2 Oktober 2026, didominasi hujan ringan di hampir seluruh kabupaten dan kota. Sementara i
NASIONAL
JAKARTA Prakiraan cuaca Jakarta pada Jumat, 2 Oktober 2026, didominasi kondisi berawan. Hujan ringan diprakirakan terjadi di Jakarta Selat
NASIONAL
BANDUNG Prakiraan cuaca Jawa Barat pada Jumat, 2 Oktober 2026, menunjukkan kondisi yang cukup beragam. Sejumlah wilayah diprakirakan menga
NASIONAL
YOGYAKARTA Prakiraan cuaca Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat, 2 Oktober 2026, menunjukkan kondisi cerah hingga berawan di lima k
NASIONAL
DENPASAR Prakiraan cuaca Bali pada Jumat, 2 Oktober 2026, menunjukkan kondisi cerah hingga berawan di seluruh kabupaten dan kota. Berdasar
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemilihan Umum (KPU) menghadirkan ahli hukum tata negara Khairul Fahmi dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Pre
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy&039ari mengungkap alasan KPU tidak meragukan dokumen pendidikan Gibran Rak
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Hakim Konstitusi Arsul Sani menegur ahli dari pihak terkait, Muhammad Rullyandi, dalam sidang sengketa syarat pencalonan Wakil P
HUKUM DAN KRIMINAL