BREAKING NEWS
Kamis, 30 April 2026

Golkar Sumut Utamakan Kader untuk Pilgub, Bentuk Penolakan Terhadap Bobby Nasution?

BITVonline.com - Selasa, 09 April 2024 04:23 WIB
Golkar Sumut Utamakan Kader untuk Pilgub, Bentuk Penolakan Terhadap Bobby Nasution?
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN -Pengumuman dari Golkar Sumatera Utara (Sumut) yang menegaskan akan mengutamakan kader yang telah terbukti pengorbanannya terhadap partai untuk maju dalam Pilkada, menjadi sorotan yang menarik dalam ranah politik lokal. Pertanyaan pun muncul, apakah hal ini dapat diartikan sebagai bentuk penolakan terhadap niat Wali Kota Medan, Bobby Nasution, yang menyatakan akan maju di Pilgub Sumut mewakili Golkar?

Menurut pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Faisal Riza, sikap yang diungkapkan oleh Golkar Sumut adalah hal yang wajar. Dia menilai gejolak ini penting untuk meneguhkan komitmen partai dalam mengusung kader sendiri. “Suara ini penting untuk meneguhkan seberapa kuat komitmen partai seperti Golkar memajukan kadernya sendiri karena perkaderan ini yang lama absen dalam parpol,” jelasnya.

Faisal Riza juga menjelaskan dilema yang dihadapi oleh partai politik dalam menentukan sosok yang akan diusung, terutama sejak adanya pemilihan langsung. Parpol sering kali bimbang antara memajukan kader sendiri dengan risiko kalah, atau mengusung sosok eksternal yang lebih berpotensi menang.

Sejak Pilgub Sumut 2008, Golkar belum pernah berhasil mengusung dan memenangkan kadernya sendiri. Namun, kader yang diusung oleh partai lain justru berhasil meraih kemenangan. Hal ini menunjukkan adanya tantangan tersendiri bagi Golkar dalam mengembangkan strategi politik yang matang untuk Pilgub Sumut 2024.

Dalam konteks ini, nama Ketua DPD Golkar Sumut, Musa Rajekshah alias Ijeck, muncul sebagai sosok yang layak dipertimbangkan untuk maju di Pilgub Sumut berdasarkan rekam jejak politik yang mengakar.

Terkait narasi penolakan terhadap Bobby Nasution, Faisal Riza menilai hal tersebut merupakan hal biasa dalam setiap pencalonan di mana akan selalu ada suara pro dan kontra terhadap kader dan non-kader. Konflik seperti ini adalah bagian dari dinamika politik yang perlu disikapi dengan bijak dan fair.

Sementara itu, Bobby Nasution sendiri menghadiri acara pengarahan Partai Golkar untuk calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah, menunjukkan keterbukaannya untuk mengikuti arahan partai. Meskipun demikian, masih terdapat ruang interpretasi apakah langkah Golkar Sumut tersebut dapat diartikan sebagai penolakan terhadap aspirasi politik Bobby Nasution.

(K/09)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru