Purbaya Rilis Aturan Baru Anggaran OJK, Kemenkeu Tegaskan Tak Ganggu Independensi Pengawasan
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerbitkan aturan baru terkait tata kelola anggaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui
EKONOMI
MEDAN -Pengumuman dari Golkar Sumatera Utara (Sumut) yang menegaskan akan mengutamakan kader yang telah terbukti pengorbanannya terhadap partai untuk maju dalam Pilkada, menjadi sorotan yang menarik dalam ranah politik lokal. Pertanyaan pun muncul, apakah hal ini dapat diartikan sebagai bentuk penolakan terhadap niat Wali Kota Medan, Bobby Nasution, yang menyatakan akan maju di Pilgub Sumut mewakili Golkar?
Menurut pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Faisal Riza, sikap yang diungkapkan oleh Golkar Sumut adalah hal yang wajar. Dia menilai gejolak ini penting untuk meneguhkan komitmen partai dalam mengusung kader sendiri. “Suara ini penting untuk meneguhkan seberapa kuat komitmen partai seperti Golkar memajukan kadernya sendiri karena perkaderan ini yang lama absen dalam parpol,” jelasnya.
Faisal Riza juga menjelaskan dilema yang dihadapi oleh partai politik dalam menentukan sosok yang akan diusung, terutama sejak adanya pemilihan langsung. Parpol sering kali bimbang antara memajukan kader sendiri dengan risiko kalah, atau mengusung sosok eksternal yang lebih berpotensi menang.
Sejak Pilgub Sumut 2008, Golkar belum pernah berhasil mengusung dan memenangkan kadernya sendiri. Namun, kader yang diusung oleh partai lain justru berhasil meraih kemenangan. Hal ini menunjukkan adanya tantangan tersendiri bagi Golkar dalam mengembangkan strategi politik yang matang untuk Pilgub Sumut 2024.
Dalam konteks ini, nama Ketua DPD Golkar Sumut, Musa Rajekshah alias Ijeck, muncul sebagai sosok yang layak dipertimbangkan untuk maju di Pilgub Sumut berdasarkan rekam jejak politik yang mengakar.
Terkait narasi penolakan terhadap Bobby Nasution, Faisal Riza menilai hal tersebut merupakan hal biasa dalam setiap pencalonan di mana akan selalu ada suara pro dan kontra terhadap kader dan non-kader. Konflik seperti ini adalah bagian dari dinamika politik yang perlu disikapi dengan bijak dan fair.
Sementara itu, Bobby Nasution sendiri menghadiri acara pengarahan Partai Golkar untuk calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah, menunjukkan keterbukaannya untuk mengikuti arahan partai. Meskipun demikian, masih terdapat ruang interpretasi apakah langkah Golkar Sumut tersebut dapat diartikan sebagai penolakan terhadap aspirasi politik Bobby Nasution.
(K/09)
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerbitkan aturan baru terkait tata kelola anggaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui
EKONOMI
JAKARTA Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus kembali memicu perdebatan soal prinsip kesetaraan hukum di Indo
NASIONAL
MEDAN Sebanyak tujuh calon haji asal Sumatera Utara (Sumut) menunda keberangkatan ke Tanah Suci pada musim haji 2026 karena kondisi kese
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) akan menyerahkan program perlindungan sosial
NASIONAL
TANJUNG JABUNG TIMUR Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2026, Polres Tanjung Jabung Timur menyiapkan pen
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan keterlibatan Bupati Pati nonaktif Sudewo dalam kasus dugaan korupsi proyek p
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri Apel Komandan Satuan (Dansat) TNI Tahun 2026 yang digelar di Universitas Pertah
NASIONAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra mengusulkan agar jumlah k
POLITIK
JAKARTA Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat terhadap rupiah pada perdagangan pagi ini. Mata uang Paman Sam tersebut ber
EKONOMI
JAKARTA PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank Rakyat Indonesia mencatat kinerja positif pada kuartal I 2026 dengan membukukan l
EKONOMI