Bukan Soal Emas 74 Kg! Kubu Febrie Adriansyah Ungkap Fokus Utama di Praperadilan
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA -Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto melakukan kunjungan ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan tujuan memperkuat konduktivitas Pemilu 2024.
Dalam pertemuan tersebut, Hadi Tjahjanto mengapresiasi peran PBNU sebagai organisasi kemasyarakatan besar dengan filosofi keagamaan yang mendalam, baik secara struktural maupun kultural. Ia menekankan pentingnya kontribusi PBNU dalam menjaga kondisi kondusif pasca Pemilu Legislatif dan Presiden yang digelar pada 14 Februari 2024.
Usai pertemuan di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, pada Kamis (22/2/2024), Hadi Tjahjanto menyatakan bahwa dirinya dan Ketua Umum PBNU Yahyah Cholil Staquf, yang akrab disapa Gus Yahya, berdiskusi tentang situasi yang tenang pasca Pemilu. Mereka berharap agar kondisi tersebut tetap terjaga. Hadi Tjahjanto percaya bahwa PBNU, sebagai organisasi besar, memiliki kekuatan untuk memberikan rasa aman dan tentram kepada masyarakat.
Menko Polhukam Hadi Tjahjanto menekankan pentingnya mengajak masyarakat agar hati mereka tetap tenang dan aman melalui berbagai kegiatan dan acara yang diselenggarakan oleh PBNU. Ia juga berencana untuk berkoordinasi dengan tokoh agama lainnya selain PBNU guna menjaga situasi aman dan kondusif di masyarakat.
Di sisi lain, Ketua Umum PBNU, Gus Yahya, merasa terhormat karena PBNU menjadi pilihan pertama Hadi Tjahjanto setelah dilantik menjadi Menko Polhukam. Gus Yahya menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam mempertahankan situasi kondusif, serta siap menjaga agar masyarakat tetap tenang dan aman.
Pertemuan ini mencerminkan upaya bersama antara pemerintah dan PBNU dalam menjaga stabilitas dan keamanan negara, serta memastikan berlangsungnya proses demokrasi yang damai dan teratur.
(K/09)
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL