'Tunggu Tanggal 17', BPIP Simpan Rahasia Kejutan Formasi Paskibraka di HUT ke-81 RI
JAKARTA Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengungkap bakal ada kejutan dalam formasi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka
NASIONAL
JAKARTA - Grup band punk asal Purbalingga, Sukatani, baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah mereka menolak tawaran untuk menjadi duta Polri.
Tawaran tersebut datang langsung dari Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, setelah lagu mereka yang berjudul "Bayar Bayar Bayar" viral dan memicu perdebatan.
Menanggapi keputusan Sukatani, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), Dr. Edi Hasibuan, mengatakan bahwa keputusan band tersebut untuk menolak tawaran Polri harus dihormati.
Ia menjelaskan bahwa hal tersebut adalah langkah yang diambil oleh grup musik tersebut untuk tetap mempertahankan eksistensi dan independensinya di mata penggemar mereka.
"Kita hormati sepenuhnya apapun yang menjadi keputusan kelompok band Sukatani.
Mereka sepertinya ingin tetap eksis dan independen di depan penggemarnya," ujar Edi Hasibuan kepada Tribunnews.com, Minggu (2/3/2025).
Edi juga menyampaikan bahwa tawaran dari Kapolri kepada Sukatani merupakan bagian dari langkah Polri untuk menunjukkan keterbukaan terhadap kritik.
Kapolri, menurut Edi, berusaha mengajak berbagai elemen masyarakat, termasuk grup musik punk, untuk turut berperan dalam memajukan Polri.
"Saya melihat Kapolri mengajak kelompok band Sukatani ini sebagai bentuk keterbukaan Polri.
Polri bukanlah institusi yang anti kritik dan sebaliknya sangat terbuka dikritik," ungkapnya.
Sukatani sebelumnya mengungkapkan bahwa mereka telah menerima berbagai tekanan dan intimidasi dari pihak kepolisian sejak merilis lagu "Bayar Bayar Bayar" pada Juli 2024.
Lagu tersebut memicu kontroversi dan mendapat perhatian masyarakat setelah mereka dipaksa untuk mengunggah video klarifikasi dan menghapus lagu tersebut dari platform musik.
JAKARTA Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengungkap bakal ada kejutan dalam formasi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka
NASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution mengukuhkan 74 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sumatera Utara
PEMERINTAHAN
MEDAN Gempa bumi dengan magnitudo (M) 6,4 mengguncang wilayah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (15/8/2026) petang. Ba
PERISTIWA
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung memantau gotong royong massal yang digelar serentak di 21 kecamatan dalam
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Peringatan Hari Damai Aceh (HDA) ke21 di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, berujung ricuh pada Sabtu (15/8/2026). Kericu
PERISTIWA
BANDA ACEH Tokoh sekaligus mediator perdamaian Aceh asal Finlandia, Juha Christensen, meminta semua pihak menghormati penggunaan bendera
POLITIK
MEDAN Seorang siswi SMK Negeri 1 Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, harus menjalani perawatan intensif di Pediatric Intensive Ca
PERISTIWA
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkap sejumlah Presiden dan Wakil Presiden terdahulu telah mengonfirmas
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah pusat bergerak cepat menangani kondisi darurat pascagempa magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT
NASIONAL
NUSA TENGGARA TIMUR Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan sejumlah alat berat untuk menangani longsoran yang menutup badan jalan n
NASIONAL