Menyusuri Kebun Melon dan Rumah Tempe Koro, Inisiatif Srikandi Aceh Dukung Pembangunan Ekonomi Lokal
BANDA ACEH Matahari Kamis pagi (2/4/2026) menyinari Gampong Lam Manyang, Kecamatan Peukan Bada, saat rombongan tiga srikandi Aceh keluar
EKONOMI
MEDAN – Polemik penetapan empat pulau di Aceh yang diklaim menjadi bagian dari Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terus menuai kritik.
Kader Partai Demokrat Arief Tampubolon meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian segera membatalkan keputusan tersebut demi menjaga keharmonisan antara masyarakat Aceh dan Sumut.
Arief merespons keputusan Mendagri bernomor 300.2.2-2138 Tahun 2025 tentang pemutakhiran kode dan data wilayah administrasi pemerintahan serta pulau, yang menetapkan empat pulau yang selama ini dianggap bagian dari Aceh menjadi wilayah Sumut.
"Tito harus membatalkan keputusannya tersebut, segera keluarkan keputusan susulan untuk menganulir keputusan 4 pulau Aceh jadi milik Sumut," tegas Arief di Medan, Senin (9/6/2025).
Alumni Lemhannas RI itu menilai keputusan Mendagri sangat janggal dan mengandung kecurigaan politis.
"Apapun agenda di balik keputusan ini, jangan sampai menimbulkan konflik horizontal antara Aceh dan Sumut. Tidak mungkin keputusan itu keluar kalau tidak ada permintaan. Jadi, wajar saja kita curiga," katanya.
Arief menyayangkan keputusan tersebut karena dinilai tidak mempertimbangkan nilai historis dan kearifan lokal masyarakat di kedua provinsi.
"Tito saya rasa tidak paham sejarah hubungan masyarakat Aceh dan Sumut. Jangan sampai keputusan ini merusak harmoni yang sudah terjalin lama," ujarnya.
Lebih lanjut, Arief juga mendesak Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, untuk bersikap bijak dan tidak memaksakan kepemilikan wilayah.
"Tak kalah bagus pulau-pulau yang ada di Sumut seperti Pulau Nias. Kalau dikelola dengan baik, Pulau Nias bisa lebih bagus dari Pulau Bali. Jadi, sebaiknya Bobby jangan terlalu ambisius dengan empat pulau Aceh itu," pungkas Arief.
Perseteruan administratif ini dinilai rawan menjadi polemik yang lebih besar jika tidak segera ditangani secara adil dan transparan oleh pemerintah pusat.*
BANDA ACEH Matahari Kamis pagi (2/4/2026) menyinari Gampong Lam Manyang, Kecamatan Peukan Bada, saat rombongan tiga srikandi Aceh keluar
EKONOMI
BANDA ACEH Perselisihan antara Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi dan Hasan Basri, akhirnya menemui titik temu. Langkah
POLITIK
MEDAN Kasus dugaan penganiayaan yang menjerat Junara Hutahaean memunculkan kontroversi di persidangan Pengadilan Negeri Medan. Tim penas
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Seorang pria berusia 52 tahun yang bekerja sebagai penjaga malam ditemukan tewas di dalam sebuah ruko di Jalan Ring Road, Kecamata
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat, Wahyu Trah Utomo, membantah pernyataan Ammar Zoni dalam pleidoi pribadinya yang menyebut nar
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai pekan depan akan melaksanakan pemeriksaan maraton terhadap penyelenggara ibadah haji kh
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Dalam rangka mempersiapkan supervisi tingkat Provinsi Sumatera Utara, Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kota Binjai menggelar kegiatan p
PEMERINTAHAN
BINJAI Pemerintah Kota Binjai melalui Sekretaris Daerah (Sekdako) Kota Binjai, Chairin F. Simanjuntak, S.Sos., M.M., bersama Kepala Bada
PEMERINTAHAN
JAKARTA Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat pemanfaatan kayu ha
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR, Hinca Panjaitan dari Fraksi Demokrat, menyuarakan kemarahan terhadap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ka
POLITIK