Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Kalau
hotel sepi, tentu supplier makanan dan minuman mereka juga akan terdampak. Ini menyangkut banyak sektor," imbuhnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi B Sukamdani mengungkapkan adanya penurunan signifikan tingkat keterisian kamar
hotel di Indonesia, khususnya pada
hotel bintang tiga hingga lima."Pasar dari pemerintah turun sekitar 40% terhadap rata-rata okupansi
hotel di Indonesia. Itu sangat berdampak karena selama ini pemerintah menjadi pasar utama," ujarnya, Minggu (7/9/2025).
Hariyadi menyebut,
efisiensi anggaran pemerintah yang drastis pada tahun ini menjadi salah satu penyebab utama. Selain itu, korporasi juga melakukan penghematan akibat perlambatan
ekonomi.
Ditambah lagi dengan penurunan daya beli masyarakat dan disrupsi dari platform seperti Airbnb, terutama di daerah wisata seperti Bali."Semester pertama 2025, belanja pemerintah untuk akomodasi sangat rendah. Sementara sektor ini sangat bergantung pada belanja pemerintah dan korporasi," tambahnya.
Dengan diperbolehkannya kembali kegiatan
rapat di
hotel, pemerintah daerah diharapkan mampu menyeimbangkan antara mendukung pemulihan sektor
ekonomi dan menjaga efektivitas penggunaan
anggaran.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.