Roy Suryo Klaim Ijazah Jokowi 99,9% Palsu, Pengacara Jokowi: Itu Cuma Tuduhan Tanpa Bukti
JAKARTA Pengacara Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi), Rivai Kusumanegara, menegaskan ijazah kliennya asli. Rivai menyebut Universitas G
POLITIK
JAKARTA -Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta nomor urut 2, Dharma Pongrekun-Kun Wardana, mengklaim bahwa mereka seharusnya memenangkan Pilkada Jakarta 2024 dengan perolehan suara lebih dari 52 persen. Klaim ini disampaikan Dharma Pongrekun dalam sebuah pernyataan yang menyoroti dugaan adanya kecurangan selama proses pemilihan, termasuk praktik serangan fajar.
Dharma Pongrekun menilai bahwa dalam pelaksanaan Pilkada Jakarta 2024, terdapat banyak kecurangan yang dilakukan oleh paslon lain untuk meraup suara. Salah satu praktik yang dianggapnya mencurigakan adalah serangan fajar, yaitu pemberian uang atau materi lainnya kepada pemilih menjelang waktu pencoblosan untuk mendukung paslon tertentu. Dharma juga menyebutkan bahwa sejumlah suara dari masyarakat Jakarta yang tidak bisa datang ke TPS atau golput (golongan putih) seharusnya menjadi suara untuk pasangan Dharma-Kun.
“Jumlah suara Dharma-Kun seharusnya mayoritas, kita seharusnya menang. Kita mendapatkan dukungan dari pendukung yang memilih di TPS meski perolehannya hanya 10 persen, dan juga dari golput yang mencapai 46 persen, yang seharusnya memilih kami,” ujar Dharma Pongrekun, seperti dikutip dari akun Instagram @fakta.jakarta. “Ada juga suara yang hilang akibat serangan fajar. Pemilih ini sebenarnya ingin memilih kami, tetapi hak mereka telah diambil karena surat suara sudah dicoblos terlebih dahulu,” sambungnya.
Dharma Pongrekun menyinggung video viral yang beredar di media sosial terkait belasan surat suara yang sudah tercoblos oleh salah satu pasangan calon. Menurutnya, praktik ini merupakan dampak dari serangan fajar yang melibatkan pemberian sembako dan uang tunai kepada pemilih, bahkan KTP mereka diambil untuk mencoblos surat suara sebelum mereka berkesempatan memilih.
“Ini kan viral, kenapa bisa terjadi? Karena mereka sudah diberikan sembako dan uang. KTP mereka diambil, itulah yang terjadi,” tegas Dharma.
Lebih lanjut, Dharma Pongrekun menyatakan bahwa jika tidak ada kecurangan, pasangan Dharma-Kun seharusnya mendapatkan suara lebih dari 52 persen. “Angka kemenangan kita seharusnya lebih dari 52 persen, bahkan bisa jauh lebih besar lagi, karena belum ditambah kategori ketiga, yaitu serangan fajar,” ujarnya.
Menurut hasil quick count dari 8 lembaga survei yang terlibat, pasangan Pramono-Rano (Si Doel) memperoleh suara rata-rata 50 persen, diikuti oleh pasangan Ridwan Kamil-Suswono dengan 40 persen, sementara pasangan Dharma-Kun hanya memperoleh sekitar 10 persen.
(N/014)
JAKARTA Pengacara Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi), Rivai Kusumanegara, menegaskan ijazah kliennya asli. Rivai menyebut Universitas G
POLITIK
MEDAN Pemerintah Kota (Pemko) Medan bersama Kementerian Haji dan Umrah RI akan mempercepat penelusuran sekitar 160 calon jemaah haji yang
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendukung pelaksanaan Pesta Sinodal Paroki Padre Pio Helvetia yang dijadwalkan berlangsung
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menjelaskan alasan Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengajukan pencabutan Peraturan Daerah (Pe
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi dan mendukung penyelenggaraan turnamen mini soccer Medan Lawyer FC Cup III Ta
OLAHRAGA
KARO Hasil pemeriksaan laboratorium atas sampel makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menyebabkan ratusan siswa di Karo keracunan
KESEHATAN
DELI SERDANG Akses lalu lintas warga di Dusun II, Desa Tiga Juhar, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) lump
PERISTIWA
BANDA ACEH Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) resmi menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2
PENDIDIKAN
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan mengajak seluruh pihak memperkuat sinergi dalam memberantas jaringan peredaran gelap nark
HUKUM DAN KRIMINAL
ACEH UTARA Senyum bahagia terpancar dari wajah Katratunida, seorang guru ngaji di Desa Saweuk, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara
NASIONAL