Rupiah Menguat ke Rp18.065 per Dolar AS, Didorong Inflasi Amerika Serikat yang Lebih Rendah
JAKARTA Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Rabu, 15 Juli 2026. Penguatan mata u
EKONOMI
JAKARTA -Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta nomor urut 2, Dharma Pongrekun-Kun Wardana, mengklaim bahwa mereka seharusnya memenangkan Pilkada Jakarta 2024 dengan perolehan suara lebih dari 52 persen. Klaim ini disampaikan Dharma Pongrekun dalam sebuah pernyataan yang menyoroti dugaan adanya kecurangan selama proses pemilihan, termasuk praktik serangan fajar.
Dharma Pongrekun menilai bahwa dalam pelaksanaan Pilkada Jakarta 2024, terdapat banyak kecurangan yang dilakukan oleh paslon lain untuk meraup suara. Salah satu praktik yang dianggapnya mencurigakan adalah serangan fajar, yaitu pemberian uang atau materi lainnya kepada pemilih menjelang waktu pencoblosan untuk mendukung paslon tertentu. Dharma juga menyebutkan bahwa sejumlah suara dari masyarakat Jakarta yang tidak bisa datang ke TPS atau golput (golongan putih) seharusnya menjadi suara untuk pasangan Dharma-Kun.
“Jumlah suara Dharma-Kun seharusnya mayoritas, kita seharusnya menang. Kita mendapatkan dukungan dari pendukung yang memilih di TPS meski perolehannya hanya 10 persen, dan juga dari golput yang mencapai 46 persen, yang seharusnya memilih kami,” ujar Dharma Pongrekun, seperti dikutip dari akun Instagram @fakta.jakarta. “Ada juga suara yang hilang akibat serangan fajar. Pemilih ini sebenarnya ingin memilih kami, tetapi hak mereka telah diambil karena surat suara sudah dicoblos terlebih dahulu,” sambungnya.
Dharma Pongrekun menyinggung video viral yang beredar di media sosial terkait belasan surat suara yang sudah tercoblos oleh salah satu pasangan calon. Menurutnya, praktik ini merupakan dampak dari serangan fajar yang melibatkan pemberian sembako dan uang tunai kepada pemilih, bahkan KTP mereka diambil untuk mencoblos surat suara sebelum mereka berkesempatan memilih.
“Ini kan viral, kenapa bisa terjadi? Karena mereka sudah diberikan sembako dan uang. KTP mereka diambil, itulah yang terjadi,” tegas Dharma.
Lebih lanjut, Dharma Pongrekun menyatakan bahwa jika tidak ada kecurangan, pasangan Dharma-Kun seharusnya mendapatkan suara lebih dari 52 persen. “Angka kemenangan kita seharusnya lebih dari 52 persen, bahkan bisa jauh lebih besar lagi, karena belum ditambah kategori ketiga, yaitu serangan fajar,” ujarnya.
Menurut hasil quick count dari 8 lembaga survei yang terlibat, pasangan Pramono-Rano (Si Doel) memperoleh suara rata-rata 50 persen, diikuti oleh pasangan Ridwan Kamil-Suswono dengan 40 persen, sementara pasangan Dharma-Kun hanya memperoleh sekitar 10 persen.
(N/014)
JAKARTA Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Rabu, 15 Juli 2026. Penguatan mata u
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Rabu, 15 Juli 2026, dengan penguatan tipis. Kenaikan indeks didorong oleh
EKONOMI
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengimbau seluruh mitra penyelenggara Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Angkatan II
NASIONAL
TANJAB TIMUR Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tanjung Jabung Timur mengungkap dugaan tindak pidana kepemilikan bagian tubuh s
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kemunculan nama AKBP Syarif Muhammad Fitriansyah dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada perkara dugaan pencemaran na
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak berebut bahan pokok dengan masyarakat,
EKONOMI
JAKARTA Salah satu keluhan terbesar pengguna ponsel layar lipat selama ini adalah bekas lipatan atau crease yang masih terlihat di bagia
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Beban dapur masyarakat dipastikan semakin berat. Harga pangan nasional di pasar tradisional dilaporkan melonjak tajam pada hampi
EKONOMI
KARO Kasus kekerasan tragis kembali terjadi di kawasan wisata alam Sumatera Utara. Seorang remaja pendaki Gunung Sibayak berinisial RCH
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kasus hukum yang menjerat Ranning Alamer Muslim Cibro dan Aziz Apandi Silalahi menyisakan cerita pilu sekaligus kritik tajam terha
HUKUM DAN KRIMINAL