PADANGSIDIMPUAN – Jaringan irigasi di Ujung Gurap, Kelurahan Batu Nadua Julu, Kecamatan Batu Nadua, Kota Padangsidimpuan, kembali mengalami gangguan akibat banjir yang melanda wilayah tersebut.
Irigasi yang mengaliri sekitar 400 hektar persawahan di enam desa terdampak ini menjadi sorotan serius dari para pemangku kepentingan.Menindaklanjuti informasi tersebut, Anggota DPRD Kota Padangsidimpuan, Ipong Dalimunthe, turun langsung ke lokasi bersama Walikota Padangsidimpuan H. Letnan Dalimunthe dan Kepala UPTD PUPR Padangsidimpuan, Daskur Poso Hasibuan, pada Jumat (26/9/2025) sekitar pukul 14.00 WIB untuk melakukan pengecekan kondisi jaringan irigasi dan menentukan langkah penanganan segera.
Jaringan irigasi yang merupakan aset milik Provinsi Sumatera Utara ini sebelumnya sempat tidak berfungsi akibat tertimbun longsor. Berkat kerja gotong royong masyarakat, irigasi tersebut dapat kembali beroperasi untuk memenuhi kebutuhan air bagi persawahan warga setempat.
Dalam keterangannya, Ipong Dalimunthe menegaskan bahwa kunjungan ini penting untuk memastikan pasokan air pertanian tetap lancar. "Kami mendapat laporan bahwa irigasi ini kembali mengalami masalah. Oleh karena itu, kami langsung cek ke lokasi untuk segera mencari solusi terbaik," ujarnya.
Ipong juga menyoroti urgensi pemeliharaan jaringan irigasi sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan di daerah tersebut.